Sudut Biotek

Mekanisme molekuler Nitrosative Stress pada Saccharomyces cerevisiae

 
Cibinong, Humas LIPI. Fungsi biologis nitric oxide (NO) bergantung pada konsentrasinya, dan kadar NO yang berlebihan telah banyak menyebabkan berbagai kondisi berbahaya baik pada sel prokariotik maupun eukariotik, yang dikenal dengan istilah nitrosative stress. “Perlu ditemukan strategi untuk mendetoksifikasi kelebihan NO sehingga konsentrasi NO intraseluler tetap dalam kondisi homeostasis,” ungkap Khairul Anam Peneliti di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI pada acara Knowledge Sharing Seminar (30/6) dengan topik “Molecular Mechanism of Nitrosative Stress Tolerance in Saccharomyces cerevisiae”. 
 
Khairul Anam adalah alumnus mahasiswa S3 di Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang, bidang ilmu Biological Science. Disertasinya mengungkap telah dilakukan penapisan gen dengan memanfaatkan plasmid library dari Saccharomyces cerevisiae sebagai model untuk sel eukariotik, untuk  menemukan mekanisme baru dalam merespon nitrosative stress. “Mekanisme nitrosative stress ini melibatkan mekanisme yang kompleks yang menginduksi respon pertahanan sel,” tuturnya.
 
Dirinya mengatakan Nitric oxide adalah molekul pensinyal kecil yang mempunyai berbagai peran dalam sejumlah proses biologis. “Pada sel mamalia, NO umumnya diproduksi dari l-arginin, oksigen, dan NADPH oleh tiga isoform dari nitric oxide synthase (NOS),” terang Khairul. “Fungsi biologis NO tergantung pada konsentrasinya. Pada level rendah atau homeostatis, NO berperan dalam proses fisiologis,” imbuhnya
 
Khairul mencontohkan, pada konsentrasi yang tepat dalam sel manusia, NO dapat berfungsi meningkatkan toleransi terhadap stres oksidatif, vasodilatasi otot polos, dan pelepasan neurotransmitter. “Kadar NO yang rendah juga berperan dalam toleransi stres oksidatif pada bakteri,” tuturnya
 
Lebih lanjut Khairul menjelaskan, pada yeast Saccharomyces cerevisiae, ditemukan  bahwa NO mendukung proses toleransi terhadap stres akibat suhu tinggi. Di sisi lain, kadar NO yang berlebihan dapat menyebabkan kondisi nitrosative stress. “Kondisi nitrosative stress ini dapat mengakibatkan kerusakan atau kematian sel,” paparnya. “Dalam masalah kesehatan, nitrosative stress dilaporkan terlibat dalam berbagai fenomena patofisiologis seperti mengakibatkan kerusakan pada DNA, protein, atau lipid. Oleh karena itu, penting bagi organisme hidup untuk selalu menjaga kondisi homeostasis sel,” tutupnya. (wt ed sl)

 

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI