Sudut Biotek

Print

Manfaatkan Mikroba Untuk Industri

JAKARTA — Menghasilkan enzim pemecah lignin, mikroba dari jenis Basidiomycetes berperan penting dalam proses pelapukan kayu. Dr Bambang Prasetya, Msc, peneliti bioteknologi LIPI, menilai mikroba jenis ini sebetulnya bisa dimanfaatkan oleh sektor industri untuk menggantikan proses dengan bahan kimia. Alih-alih, mengembangkan proses dan produk yang lebih ramah lingkungan (white biotechnology).

Sektor industri yang dimaksud antara lain produsen pulp dan kertas, produsen bioetanol, plastik( biomaterial), dan bioremediasi. Industri ini rata-rata membutuhkan proses pemisahan senyawa lignin dalam pembuatan produknya. Proses serupa, kata Bambang, sebetulnya terjadi pada pelapukan kayu yang dilakukan oleh mikroba.

‘[ES][SQ]Manusia dapat meng-copy-nya untuk keperluan industri. Yakni dengan memilih salah satu jenis mikroba untuk pemisahan komponen biomassa tertentu, lignin misalnya,[ES][SQ][ES][SQ] tutur Bambang Prasetya dalam pengukuhannya sebagai Ahli Peneliti Utama (APU) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Rabu (14/9).

Salah satu cara pemanfaatannya yakni dengan mengisolasi enzim dari mikroba tertentu yang telah dibiakkan pada suatu media, kemudian mereaksikan enzim tersebut dalam bioreaktor. Cara lain adalah solid state fermentation (SSF), yakni mengkultur mikroba (fungi) di atas substrat dengan kondisi kimia, fisik, nutrisi dan lingkungan yang terkontrol.

Menurut Bambang, pada umumnya mikroba yang amat berperan dalam pendegradasian kayu adalah fungi pelapuk (white rot fungi) dan fungi pelapuk coklat (brown rot fungi). Keduanya merupakan jenis Basidiomycetes.

Pada produksi pulp dan kertas, enzim manganese peroksidae yang dihasilkan fungi putih dapat digunakan untuk menghilangkan warna hitam kecoklatan pada pulp sulfat. Peran fungi dapat menggantikan penggunaan pemutih berbahaya seperti chlor, chlorite dan senyawa peroksida, yang selama ini lazim dipakai.

Sementara pada produksi etanol, enzim fungi putih juga dapat memudahkan akses enzim selulotik dalam memecah selulosa. Selama ini proses konversi biomassa menjadi glukosa didominasi bahan kimia. Padahal bahan kimia konversi ini sangat korosif terhadap peralatan mesin.

Enzim pada fungi pelapuk putih diketahui dapat mempermudah pembuatan turunan selulosa dari bahan dasar minyak bumi (petrochemical). Hal ini amat bermanfaat pada produksi bahan dasar polimer dan plastik, Fungi juga berguna pada industri bioremediasi. Enzim ligninolitik yang dihasilkan fungi terbukti mampu mendegradasi senyawa aromatic toksik (beracun) dan mengikat polutan. Salah satu aplikasinya adalah untuk pengikatan logam berat dari limbah lumpur minyak.

Sayangnya, kata Bambang, hanya sedikit mitra swasta yang berminat mengadopsi hasil-hasil riset baru ini. ‘[ES][SQ]Ini disebabkan oleh budaya instant industri untuk memakai hasil riset yang sudah mapan,[ES][SQ][ES][SQ] tutur dia. Meskipun tidak ramah lingkungan.

(imy )

Sumber : http://republika.co.id/koran_detail.asp?id=213486&kat_id=13

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI