Sudut Biotek

Print

Akses Jurnal Online Melalui Pustaka Ristek


CIBINONG, BERITA – Jurnal memiliki peran diseminasi informasi dalam proses komunikasi ilmiah, dengan kemajuan teknologi komunikasi saat ini maka publikasi ilmiah dapat diakses dengan cepat. Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) mengadakan acara Sosialisasi Akses Jurnal Ilmiah Internasional yang diselenggarakan pada Rabu (14/5) bertempat di Badan Informasi Geospasial (BIG), Cibinong. Kegiatan tersebut sebagai ajang promosi dan sosialisasi akses portal pustaka ristek (pustaka.ristek.go.id) di Lingkungan Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Pada 2014 Kemenristek telah menganggarkan dana lebih dari 3 miliar rupiah guna memfasilitasi kemudahan akses ke jurnal ilmiah ternama antara lain ScienceDirect dan Thomson Reuters.

Sosialisasi dihadiri oleh para peneliti, pustakawan dan staf terkait di lingkungan Bakosurtanal dan LIPI Cibinong. Sosialisasi ini buka oleh Henri Tambunan sebagai Kepala Bidang Masyarakat Kemenristek, dan turut memberikan sambutan Kepala Balai Diklat BIG, Enjang Farid. Pada pidatonya, Enjang menyambut baik pengelolaan infrastruktur jaringan pustaka ristek dan berharap agar kedepan akses informasi tersebut berguna tidak saja bagi peneliti namun juga untuk staf lainnya dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas. Turut hadir sebagai narasumber yang memeriahkan acara tersebut antara lain Kalpin Erlangga Silaen - PT Netcom sebagai administrator pustaka ristek, Thomson Reuters diwakili oleh Erick Anggiansyah dan Joyce Haryono sebagai representatif dari ScienceDirect. Kategori jurnal yang dilanggan Kemenristek pada 2014 di ScienceDirect meliputi 10 (sepuluh) kategori, antara lain: Engineering, Agricultural and Biological Sciences, Environmental Science, Computer Science, Energy, Earth and Planetary Sciences, Biochemistry, Genetics, and Molecular Biology, Chemical Engineering, Material Science, dan Social Science. (Ludya/Pustakawan

Print

Pusinov dan Biotek LIPI di Kunjungi Dupont


Presdir DuPont Indonesia dan tim berkunjung ke Pusat Inovasi dan Puslit Bioteknologi LIPI 22 April 2014, lalu. Kunjungan DuPont ini bertujuan agar dapat memberi lisence dan memanfaatkan hasil-hasil penelitian di Indonesia yang bisa menguntungkan perusahaan. Beberapa persiapan telah dilakukan oleh LIPI antara lain mengagendakan MOU antara PT. DuPont Indonesia dengan LIPI. Selain itu, Pusat Inovasi LIPI juga telah mempersiapkan paten, harapannya agar pertemuan ini dapat langsung menuju aplikasi.

Acara yang dibuka oleh Kepala Pusat Inovasi LIPI ini dihadiri perwakilan dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, diantaranya Dr. Puspita Lisdiyanti, Dr. Tri Muji Ermayanti, Dr. Yopi, Dr. N. Sri Hartati, Dr. Sukma Nuswantara, Dr. Syamsidah Rahmawati beserta staf.  Dalam sambutannya, Kepala Pusat Inovasi LIPI mengatakan bahwa “kunjungan PT. DuPont ini merupakan suatu kehormatan karena pihak industri mulai mendekati hasil riset”.

Selanjutnya arahan disampaikan Bapak George Hadi Santoso, President Director PT. DuPont Indonesia, PT. DuPont Agricultural Products Indonesia, menjelaskan tentang PT. DuPont telah berdiri tahun 1802, oleh berkebangsaan Prancis, sehingga kata “Dupont” berasal dari bahasa Prancis. Perjalanan PT. DuPont dari awal pendirian sampai 100 tahun ke depan. Setelah berdirinya PT. DuPont bergerak dalam hal pembuatan bubuk mesiu dan membuat dinamit hingga tahun 1900, namun saat ini PT. DuPont masuk ke dunia Chemical.

Berbagai praktik yang telah PT. DuPont ciptakan diantaranya fleksible pacaging, plastik untuk dipergunakan dimobil/elektronik, baju anti peluru, pengganti asbes, teflon, freon AC dan lain-lain. Kemudian PT. Dupont masuk dalam bidang bioteknologi, hingga beralih menjadi perusahaan benih di dunia, berbisnis enzyme. Karena PT. DuPont memiliki capability dibidang biologi dan bioteknologi, akhirnya PT. DuPont mengarah ke perusahaan science.

PT. DuPon telah mengubah sinar matahari menjadi listrik, kemudian PT. DuPont menemukan insektisida yang banyak digunakan petani diseluruh dunia. Setelah itu PT. DuPont mengarah ke renewable energy, disamping meningkatkan performance. Kemudian PT. DuPont masuk ke bisnis otomotif. Dari sisi pertanian inovasi PT. DuPont adalah memproduksi benih yang tahan kekeringan. PT. DuPont memiliki 12 (dua belas) bisnis, yang terbagi kedalam 7 (tujuh) sekmen diantaranya benih dan pestisida, yang menjadi fokus perhatian PT. DuPont diantaranya nutrition and healt, bagaimana agar DuPont dapat merubah sisa pertanian dengan enzym/bakteri menjadi ethanol, bagaimana untuk memenuhi pangan dengan lahan yang sedikit dan juga bagaimana memenuhi energi yang semakin habis, agriculture and nutrition, bio based material dan advanced materials. DuPont memfokuskan untuk research development, mengembangkan inovation center.                                            

Melalui pertemuan ini PT. DuPont tertarik dengan 4 (empat) paten dari daftar 18 (delapan belas) paten yang berada di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI dan DuPont berharap dapat memperolah abstrak dari masing-masing peneliti terkait yang akan difasilitasi oleh Pusat Inovasi LIPI. Untuk kelanjutannya akan diagendakan kembali pertemuan antara pihak LIPI - PT. DuPont dengan asumsi telah ada spesifik keinginan penelitian, saat ini PT. DuPont terbuka kerjasama apa saja yang potensial. Kemudian acara dilanjutkan dengan kunjungan ke laboratorium Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI (Avi Fibry Octavina-Humas).

 

Print

Outbound Puslit Bioteknologi LIPI

27 Maret 2014 beberapa minggu lalu, Puslit Bioteknologi LIPI melaksanakan kegiatan Outbound di Camp Hulu Cai, yang terletak di kaki gunung Pangrango, Ciawi, Bogor. Kegiatan outbound di buka oleh Kepala Puslit Bioteknologi LIPI dan diikuti oleh seluruh pegawai. Kegiatan outbound tersebut dipandu oleh team cakrawala outbound.

Outbound bukan hanya bermakna kegiatan yang menggunakan sarana diluar ruang, melainkan juga bermakna out of bounderise “Keluar dari bingkai/frame kebiasaan” dimana peserta diajak untuk berpikir luar biasa dan membuat terobosan-terobosan baru.

Sasaran kegiatan outbound yaitu (1) Meningkatkan kemampuan peserta membangun tim yang kuat, pengambilan keputusan serta partisipasi resiko. Meningkatkan pengalaman peserta dalam memberikan motivasi individu dan motivasi team, kepercayaan diri, kreativitas, dan pengambilan resiko. (2) Meraih perkembangan secara personal dan kelompok yang dipusatkan pada tujuan institusi, termasuk di dalamnya adalah rasa saling percaya dan memecahkan permasalahan. (3) Mengembangkan kualitas jiwa kepemimpinan dengan adanya efektivitas pribadi dalam keterbukaan. (4) Membangun jiwa leadership individu dan leadership team. (5) Meningkatkan ketrampilan dalam membangun kerjasama kelompok (teamwork), berbagai permasalahan (problem sharing), serta memberi dan menerima hal positif (feedback). (6) Peserta Mendapatkan energi baru dan semangat baru setelah mengikuti acara outbound yang menarik, menantang dan menyenangkan. (7) Meningkatkan lebih baik produktifitas kerja, kualitas layanan, efektif dan efisien dalam bekerja.

Dalam kegiatan Outbound peserta dibagi ke dalam beberapa regu dan diberi persoalan untuk dipecahkan bersama-sama dalam tenggang waktu yang ditentukan oleh instruktur. Hasil yang diperoleh serta hambatan yang dialami akan didiskusikan bersama-sama untuk mengidentifikasi apa-apa saja yang menjadi penghambat, lalu kemudian menyusun strategi untuk memecahkan persoalan yang diberikan berikutnya sambil mencoba efektifitas strategi tersebut. Demikian suatu regu harus mendapatkan peningkatan kerjasama dan individu yang mereka dapatkan sendiri dari setiap persoalan yang diberikan. Kegiatan Outbound diharapkan dapat memberikan energi baru dan semangat baru bagi pegawai Puslit Bioteknologi LIPI. (warda/humas)

Print

Pengembangan Kapasitas Riset Peternakan

Rabu, 2/4 2014, Puslit Bioteknologi LIPI melaksanakan FGD (Focus Group Discussion) dengan Tema Pengembangan Model Industri Peternakan Modern Berbasis Unit Prosesing Sperm di Sulawesi Selatan. FGD dilaksanakan di Ruang Rapat Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, dan dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Peternakan Propinsi Sulawesi Selatan, LIPI, Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, UPTD Sulawesi Selatan, BPTP Sulawesi Selatan, PT. Berdikari Makassar, Dinas Peternakan Kabupaten Enrekang.

Narasumber dalam kegiatan FGD (Focus Group Discussion) Peningkatan Kapasitas Riset Peternakan Proyek Meat Milk Pro di Sulawesi Selatan adalah Prof. Dr. Ir. H. Syamsuddin Hasan, M,Sc (Dekan Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin), Ir.H. Abdul Muas, M. Si (Dinas Peternakan Propinsi Sulawesi Selatan), Prof. Dr. Ir. Ambo Ako, M. Sc (Site Manager Sulawesi Selatan), Prof. Dr. Baharuddin Tappa dan Dr. Syahruddin Said (Puslit Bioteknologi LIPI).

Kegiatan FGD menghasilkan Rekomendasi sebagai berikut: (1) Secara umum infrastruktur Lab BIBD Pucak berkembang dengan baik (listrik, genset dan peralatan) berjalan dengan baik. Perlu penambahan sarana saung pakan awetan, mess karyawan, sumur dalam dan kantor. Sarana jalan menuju lokasi berkembang dengan sangat pesat. (2) Dalam rangka mendukung program peningkatan populasi ternak sapi menjadi 2 juta ekor, BIBD Pucak diharapkan meningkatkan produksi menjadi 100.000 straw dengan kualitas mengikuti standar SNI. Dalam rangka mencapai target tersebut, diperlukan sarana, SDM dan dana yang cukup. (3) Diperlukan proposal (kajian) pengembangan BIBD Pucak mendukung program Sulsel 2 juta ekor sapi. Juga diperlukan adanya sinergitas dan integrasi program peternakan (mis :UPT BIBD dan UPT BPT-HMT). Proposal dikerjakan oleh tim konsultan. (4) Diperlukan instrumen / model monev BIBD dalam rangka evaluasi kinerja BIBD melalui koordinasi semua stakeholder peternakan di sulsel (Dinas PKH Sulsel, Nov 2014). (5) Program Embrio Transfer di Sulsel menjadi kegiatan prioritas dengan target 100 ekor kelahiran TE (2014-2015) dengan lokasi utama Kab Enrekang, Gowa, Barru (6) Program sinkronisasi dan IB sexing di Kab Bone menjadi uji coba terkontrol produk sperma sexing BIBD Pucak (2014-2015) dengan target kelahiran 150 ekor sapi simental/limousin jantan. (7) Manajemen pengelolaan SDM peternakan di Sulsel diperlukan penataan (SOP) agar ketersediaan SDM secara berkelanjutan dapat terjamin (8) Pelaporan hasil kegiatan MMP di Sulsel disertakan dokumen pendukung. (9) Program komersialisasi UPTD Pucak melalui kerjasama dengan Koperasi atau mekanisme PNBP. (warda/humas)

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI