• pembimbingan
  • icon-pembimbingan-b
  • Pembimbingan Penelitian Mahasiswa oleh Puslit Bioteknologi LIPI
  • Pembimbingan Penelitian Mahasiswa oleh Puslit Bioteknologi LIPI

Ekspresi dan Purifikasi Protein Inti Virus Hepatitis B (Hbcag) di Lactococcus lactis : Tesis

 
Protein  Inti  Virus  Hepatitis  B  (HBcAg)  mempunyai  kemampuan  untuk menginduksi sel B, sel T, sitotoksik sel T, respon imun dan menimbulkan respon antibodi setelah vaksinasi. Oleh karena itu, HBcAg dapat digunakan sebagai vaksin terapetik pada pasien Hepatitis B Virus (HBV) kronis. Vaksin terapetik dibutuhkan untuk menstimulasi kekebalan dalam pengobatan infeksi HBV. Produksi  HBcAg rekombinan  sudah  dilakukan  pada  beberapa  inang  seperti  Escherihia  coli  dan Pichia pastoris.
Namun, E. coli memiliki beberapa kelamahan untuk memproduksi protein yaitu antara lain protein membentuk badan inklusi, memiliki hasil samping yang bersifat endotoksin dan terkontaminasi oleh protein lain sehingga memerlukan purifikasi  yang  panjang.  Sementara  itu  P.  pastoris  memiliki  kekurangan  yaitu membutuhkan  waktu  kultur  yang  lama  (empat  hari)  dan  menggunakan  inducer methanol yang  merupakan  senyawa  toksik.  Ekspresi  HBcAg  di  dalam L.  lactis belum  pernah  dilaporkan  sebelumnya.  L.  lactis  adalah  bakteri  inang  yang memenuhi kriteria aman pangan dan kesehatan. 
 
Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengekspresikan  gen  penyandi  HBcAg  di dalam sel L. lactis NZ3900. Gen HBcAg yang digunakan pada penelitian ini adalah gen dari HBV subgenotip B3 yang merupakan subgenotip dominan di Indonesia. Penelitian  ini  terdiri  dari  beberapa  tahap  yaitu  analisis  sekuen  gen  HBcAg  yang tersisip  di  plasmid  pNZ8148,  optimasi  waktu  induksi  terhadap  L.  lactis  yang mengandung  plasmid  rekombinan  pNZ8148-HBcAg,  dan  ekspresi  gen  HBcAg pada  tingkat  transkripsi  dan  tingkat  translasi.  Hasil  analisis  sekuen  gen  HBcAg yang tersisip di dalam plasmid pNZ8148 dan telah diintroduksikan ke dalam bakteri L.  lactis  menunjukkan  tidak  terdapat  mutasi dan  100%  identik dengan  sekuen HBcAg  dari  HBV  subgenotip  B3  (Gene  bank  nomor  aksesi  1839  Java).  Waktu induksi yang optimum pada fase midlog adalah pada Optical Density (OD) 0.4-0.5. Analisis  ekspresi  gen  HBcAg  tingkat  transkripsi  menunjukkan  bahwa  induksi dengan  konsentrasi nisin  10  ng/mL  menghasilkan  tingkat ekspresi  tertinggi dibandingkan dengan konsentrasi nisin 0, 5 dan 50 ng/mL. Induksi nisin 10 ng/mL menghasilkan peningkatan ekspresi 4.59 kali dibandingkan dengan perlakuan yang tidak  diinduksi.  Sementara  analisis  ekspresi  gen  HBcAg  pada  tingkat  translasi menunjukkan bahwa induksi dengan konsentrasi nisin 10 ng/mL juga menghasilkan tingkat ekspresi tertinggi yang dapat dilihat dari analisis bobot molekul dengan SDS PAGE, immunoblotting dan konsentrasi protein total. Purifikasi protein dengan size exclusion chromatography telah berhasil menghasilkan protein pada ukuran 21 kDa sesuai  dengan  prediksi  bobot  molekul  protein  HBcAg  berdasarkan  sekuen  asam amino.  Induksi  dengan  dosis  nisin  10  ng/mL  adalah  yang  paling  efisien  dalam menginduksi ekspresi protein HBcAg. (Rahma Isartina Anwar. di bimbing oleh  Suharsono dan  Apon Zaenal Mustopa)
 
 
 
Pustakawan : Elly
 
 

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

kunjungan

pelatihan

pembimbingan

pengujian

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI