POTENSI ANTIBAKTERI DAN ANALISIS EMULSIFIKASI BIOSURFAKTAN DARI ISOLAT BAKTERI LOKAL

Oleh AGUS PURNOMOHADI

(NIM: G84054299,  DEPARTEMEN BIOKIMIA, FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM - INSTITUT PERTANIAN BOGOR, BOGOR 2010 )


ABSTRAK
Potensi Antibakteri dan Analisis Emulsifikasi Biosurfaktan dari Isolat Bakteri Lokal. Dibimbing oleh EMAN KUSTAMAN dan DWI SUSILANINGSIH. Penggunaan senyawa antibakteri yang tidak tepat dalam kehidupan sehari- hari mendorong timbulnya resistensi terhadap antibakteri. Biosurfaktan berpotensi sebagai antibakteri namun laporan mengenai aplikasinya di bidang biomedis masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi biosurfaktan hasil pemurnian melalui analisis emulsifikasi dan potensi antibakterinya terhadap Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis dan Staphylococcus aureus. Potensi antibakteri ditentukan dengan metode cawan mikro yang dimodifikasi menggunakan pewarna Tetrazolium Blue Chloride (TBC).
Biosurfaktan dipisahkan dari kultur isolat SR_DP.7, SR_DP.9, dan BT-38-CP yang berumur 54 jam dengan sentrifugasi dan ekstraksi menggunakan etil asetat. Rendemen biosurfaktan hasil pemurnian untuk isolat SR_DP.7, SR_DP.9 dan BT- 38-CP secara berturut-turut adalah 0.95, 0.36, dan 0.08 %. Biosurfaktan dari isolat SR_DP.7 memiliki kemampuan emulsifikasi lebih lemah dibandingkan biosurfaktan dari isolat SR_DP.9 dan BT-38-CP. Pengujian antibakteri menunjukkan bahwa biosurfaktan dari SR_DP.7 dan SR_DP.9 tidak berpotensi antibakteri hingga konsentrasi 10 000 ppm. Biosurfaktan dari BT-38-CP berpotensi antibakteri terhadap B. subtilis dan S. aureus pada konsentrasi 5000 ppm. Panjang gelombang maksimum untuk pengujian antibakteri adalah 620 nm untuk E. coli dan P. aeruginosa, 615 nm untuk B. subtilis, dan 595 nm untuk S. aureus.