• perpustakaan
  • uci
  • IMG-20170505-WA0010
  • gb1
  • 20170406 143235
  • SAM 2106
  • Perpustakaan Puslit Bioteknologi LIPI
  • Pustakawan, Peneliti, dan Pranata Humas Puslit Bioteknologi beserta Pranata Humas Kebun Raya Purwodadi (Sanusi)
  • Pojok Diskusi Perpustakaan Puslit Bioteknologi LIPI
  • Perpustakaan Sebagai Coworking Space Bagi Sivitas Puslit Bioteknologi LIPI
  • Ruang Staf Sub Bidang Pengelolaan Hasil Penelitian
  • Ruang Baca Perpustakaan Sebagai Coworking Space

Laporan Kinerja

lakip2017

Laporan Tahunan

laptah2015-web

Laporan RB

cover rb2017

Aplikasi Teknik Rekayasa Genetik Dalam Perbaikan Sumber Daya Genetik Tanaman Untuk Ketahanan Cekaman Biotik

prg1The Application of Genetic Engineering Techniques in the Improvement of Plant Genetic Resources for Biotic Stresses Resistance.The main constraint encountered in the utilization of plant genetic resources (PGR) in agriculture are biotic stresses such as insect pests, plant diseases, and plant parasitic nematodes. The application of genetic engineering techniques create a great opportunity for crops improvements particularly for insect and plant diseases resistance.

Through genetic engineering, genetically engineered (GE) crops have been developed, of which having the new traits such as resis-tance to insect pests, plant diseases, and herbicide tolerance. GE crops are already widely grown and marketed in many countries. Globally, GE crops that are commercialized consists of four categories of traits, which are insect resistance (IR), herbicide tolerance, (HT), the combined traits of IR and HT (stacked genes), and virus resistance. Initially, GE crops had been commercialized globally covering 1.7 million ha in 1996, and the cropping area increased rapidly to reach about 134 million ha in 2009. Indonesia is known as a country rich in PGR, that have very high value. One of environmentally friendly technologies that can be applied in the utilization of PGR in Indonesia, is genetic engineering. In Indonesia, research on plant genetic engineering had started since 1997. Commodities that are being researched to develop GE plants limited on rice, potatoes and tomatoes. GE rice resistant to stem borer (Scirpophagaincertulas), GE potato resistant to late blight (Phytophthora infestans), and GE tomato resistant to tomato yellow leaf curl virus (TYLCV) and cucumber mosaic virus (CMV) have been successfully developed by Research Center for Biotechnology of Indonesian Institute of Science and Indonesian Center for Agricultural Biotechnology and Genetic Resources Research and Development (ICABIOGRAD). Those GE crops have been tested for their resistance at the screenhouses, green houses of the biosafety containment, and confined field trial. (M. Herman)

 


Masalah utama yang dihadapi dalam pemanfaatan sumber daya genetik tanaman (SDGT) usaha pertanian adalah cekaman biotik seperti serangga hama, penyakit, dan nematoda parasit ta-naman. Aplikasi teknik rekayasa genetik memiliki peluang be-sar untuk perbaikan sifat tanaman, khususnya ketahanan terha-dap serangga hama dan penyakit tanaman. Melalui rekayasa genetik sudah dihasilkan tanaman produk rekayasa genetik (PRG) yang memiliki sifat baru seperti ketahanan terhadap se-rangga hama dan penyakit atau toleran herbisida. Tanaman PRG tersebut sudah banyak ditanam dan dipasarkan di bebera-pa negara. Tanaman PRG yang sudah dikomersialkan terdiri atas empat kategori sifat, yaitu tahan serangga hama (TSH), to-leran herbisida (TH), gabungan sifat TSH dan TH (stacked genes), serta tahan virus patogen. Tanaman PRG mulai diko-mersialkan luas pada tahun 1996 seluas 1,7 juta ha dan me-ningkat pesat menjadi 134 juta ha pada tahun 2009. Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan SDGT ber-limpah dan bernilai tinggi. Salah satu teknologi yang ramah lingkungan dan dapat digunakan dalam pemanfaatan SDG tanaman di Indonesia adalah rekayasa genetik. Di Indonesia, penelitian rekayasa genetik untuk merakit tanaman PRG sudah dimulai pada tahun 1997-an. Komoditas yang diteliti untuk perakitan tanaman PRG, baru terbatas pada padi, kentang, dan tomat. Padi PRG tahan penggerek batang (Scirpophaga incertulas), kentang PRG tahan penyakit hawar daun (Phytophthora infestans), dan tomat PRG tahan tomato yellow leaf curl virus (TYLCV) dan cucumber mosaic virus (CMV) telah berhasil dirakit oleh Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI dan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB-Biogen). Tanaman-tanaman PRG tersebut ada yang sudah diuji di rumah kaca dan rumah kasa, fasilitas uji terbatas, dan lapangan uji terbatas. (M. Herman)

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI