Dampak Disrupsi Teknologi Pada Layanan Perpustakaan

Disrupsi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) memiliki arti tercabut sampai keakar-akarnya. Sementara itu definisi teknologi menurut KKBI adalah 1. metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan; 2 keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Dengan demikian disrupsi teknologi dapat di artikan sebagai tercabut atau hilangnya suatu fungsi atau peran dari suatu sistem diakibatkan adanya teknologi yang dapat menggantikannya dengan lebih baik, efektif dan efisien yang berkaitan dengan pemenuhan kenyamanan hidup manusia.

Salah contoh dampak disrupsi teknologi adalah dalam suatu upaya efisiensi dan efektifitas produksi hilangnya peran dari keterlibatan manusia atau SDM selaku operator teknologi dalam suatu proses dikarena penggunaan teknologi baru yang lebih baik atau dengan kata lain terjadinya pengurangan SDM di akibatkan disrupsi teknologi. Disrupsi teknologi sendiri merupakan salah satu dampak dari adanya revolusi industry. Berikut revolusi industri yang telah dilalui sampai saat ini:

  1. Revolusi industri 1.0 terjadi diawali dengan adanya ditemukan mesin uap pada abad ke 18, dimana mesin-mesin yang berbasisi teknologi mekanik ini telah merubah suatu proses pekerjaan dimana banyak peran manusia pada suatu pekerjaan telah di di bantu dengan menggunakan tenaga mesin.
  2. Revolusi industri 2.0 terjadi pada  1870 – 1914, pada periode ini telah terjadi peningkatan teknologi diantara mengganti bahan besi dengan baja, penggunaan bahan bakar minyak serta listrik sebagai sumber tenaga dari mesin serta penggunaan tenaga listrik untuk digunakan mesin-mesin dalam melakukan produksi masal suatu produk, serta tentunya teknologi-teknologi lain yang berbasis tenaga minyak dan listrik.
  3. Revolusi industri 3.0 atau dikenal pula sebagai tahapan revolusi dijital,era ini terjadi pada tahun 80an tahapan ini mengacu pada terjadinya perkembangan teknologi dari teknologi elektronik analog ke teknologi dijital. Teknologi yang berkembang diantaranya Personal Komputer, Internet dan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
  4. Revolusi industri 4.0 revolusi ini terjadi pada abad 21 dimana terjadi perkembangan teknologi yang pesat, memadukan semua teknologi yang ada sehingga mengurangi sekat-sekat antara dunia fisik, dijital dan mahluk hidup. Teknologi yang berkembang yaitu teknologi kecerdasan buatan, robot, teknologi nano, komputer kuantum, bioteknologi, internet untuk segala, kendaraan/pesawat taapa awak dan lain-lain.(automasi cerdas)

Tahapan tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah ini

industri40

Sumber : https://hackernoon.com/industry-4-0-for-dummies-d6301c12ab9f

Pada saat ini kita menghadapi revolusi industry 4.0 dimana semua teknologi kecerdasan buatan yang semakin maju, terjaring dalam suatu sistem komunikasi awan, koneksi internet untuk semua hal, yang tentunya juga menciptakan inovasi-inovasi dan teknologi baru didalam pelayanan dan penyediaan informasi termasuk pada pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.

Berikut beberapa dampak yang dapat terjadi :

  1. Dengan adanya kemajuan TIK dalam hal penyimpanan dan pengelolaan sistem aplikasi berupa cloud computing atau computer awan. Koleksi informasi dijital dan aplikasi tidak lagi harus di kelola sendiri akan tetapi dapat memanfaatkan teknologi computer awan atau cloud computing, sehingga perpustakaan tidak lagi di bebani tugas mengelola perangkat keras server, koneksi internet untuk server serta sistem aplikasi. Akan tetapi perpustakaan akan terbebani biaya untuk penggunaan jasa kepada penyedia layanan computer awan. Semakin besar kapasitas penyimpanan juga semakin besar biaya yang digunakan.
  2. Layanan perpustakaan beralih bersifat online, penggunaan computer, internet, koleksi dijital akan menjadi utama
  3. Koleksi dijital akan menjadi koleksi yang paling banyak dimiliki oleh perpustakaan, sehingga akan tejadi penghematan ruang perpustakaan untuk koleksi. Jika koleksi dialihkan ke dalam bentuk dijital dan koleksi tercetak dihapuskan maka banyak ruang yang dapat dimanfaatkan.
  4. Dengan adanya penyediaan layanan konten dijital berbayar seperti springerlink, science direct dan lainnya, mengakibatkan berkurangnya aktifitas pengelolaan koleksi fisik di perpustakaan sehingga berkurang juga pustakawan yang dibutuhkan untuk mengelola dan melayani layanan koleksi dijital.
  5. Dengan adanyanya penerbitan online serta meta data bibliografi yang terstandar dan dapat diakses online maka aktifitas pengolahan koleksi bibliografi akan semakin cepat , pustakawan hanya cukup menyalin atau mengimport meta data terkait ke aplikasi database yang dimiliki. Hal ini menyebabkan berkurangnya waktu yang di perlukan untuk mengolah koleksi bibliografi tercetak/dijital yang dampaknya berkurang pula tenaga pustakawan untuk mengolah koleksi di perpustakaan.
  6. Koleksi informasi yang dulu di perlukan berupa buku atau majalah baik tercetak atau dijital tapi dengan adanya revolusi industry 4.0 yang merubah pola konsumsi informasi pengguna menjadi lebih banyak membutuhkan data dan informasi terseleksi yang spesifik. Untuk itu akan terjadi perubahan juga untuk pengelolaan koleksi perpustakaan berupa raw data dan untuk penangannya memerlukan putakawan yang memiliki kompetensi didalam pengelolaan raw data tersebut (data librarian atau pustakawan data).
  7. Layanan sirkulasi koleksi dilakukan secara mandiri oleh pemustaka, minim keterlibatan pustakawan didalam kegiatan ini. Sehingga kebutuhan tenaga pustakawan layanan sirkulasi berkurang.

Di Indonesia.

Dampak-dampak tersebut juga dirasakan di lingkungan perpustakaan yang ada di Indonesia, layanan perpustakaan sudah mulai mengedepankan layanan online berbasis koleksi dijital, Untuk layanan koleksi tercetak di beberapa perpustakaan mulai menerapkan sistem sirkulasi peminjaman dan pengembalian mandiri dengan bantuan perangkat TIK dan aplikasi terbaru. Koleksi tercetak masih dikelola namun jumlahnya semakin berkurang, sehingga koleksi tercetak didominasi dengan koleksi-koleksi lama. Ada juga perpustakaan yang sudah mulai menghapus langganan jurnal tercetak diganti dengan langganan jurnal dan buku dijital. Bahkan ada juga kebijakan yang dikeluarkan oleh manajemennya yang menetapkan perpustakaan tidak lagi mengelola koleksi tercetak sehingga koleksi tercetak dihapuskan diganti seluruhnya dengan koleksi dijital (koleksi lama yang didijitalisasi, serta langganan koleksi jurnal dan buku dijital) dan penggunanya dapat mengakses dari mana saja melalui jaringan internet. Hal ini menyebabkan berkurangnya keterlibatan pustakawan secara drastis dalam pengelolaan koleksi dan layanan perpustakaan, sebagai akibatnya terjadinya pengurangan SDM fungsional pustakawan yang diperlukan.

Perubahan pola konsumsi dimana kebutuhan akan data dan informasi semakin besar yang menuntut pustakawan untuk dapat adaftif dan ikut berperan aktif didalam pengelolaan dan penyediaan data yang dibutuhkan dan tentunya ikut pula terlibat atau menjadi bagian dari kegiatan terkait seperti contohnya terlibat didalam kegiatan penelitian seperti sebagai pengelola dan pengolah data.

Dampak-dampak tersebut menjadi tantangan yang harus di sikapi oleh setiap pustakawan dengan selalu meningkatkan kemampuan diri dan adaptif terhadap perubahan. Disisi lain diperlukan juga kebijakan cepat dari Perpustakaan Nasional (PNRI) selaku pembina pustakawan di Indonesia dengan menetapkan kebijakan yang adaptif terhadap perubahan dan dampak akibat adanya disrupsi teknologi melalui penetapan butir-butir baru untuk kegiatan pustakawan sehingga peran pustakawan di Indonesia akan terus berkembang. (Oleh Ahmad Saefudin S. (Pustakawan) )

 

Referensi

Revolusi Industri . https://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_Industri (Desember 2018)

Industri 4.0. https://id.wikipedia.org/wiki/Industri_4.0 (Desember 2018)

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Revolusi Industri Dunia. iqbalsweden . https://steemit.com/indonesia/@iqbalsweden/mengenal-4-tahap-perkembangan-revolusi-industri-dunia> (Desember 2018)

Industry 4.0 For Dummies. https://hackernoon.com/industry-4-0-for-dummies-d6301c12ab9f (Desember 2018)

Fourth Industrial Revolution. https://en.wikipedia.org/wiki/Fourth_Industrial_Revolution (Desember 2018)

Industrial Revolution. https://www.britannica.com/event/Industrial-Revolution (Desember 2018)

 

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI