Mengapa Dilakukan Penyiangan Koleksi Perpustakaan?

Penyiangan koleksi perpustakaan atau weeding, merupakan hal biasa dalam kehidupan sehari-hari. Di lingkungan laboratorium ada barang-barang yang akan selalu diseleksi apakah masih terpakai atau sudah bisa dibuang misalnya bahan pembungkus bahan kimia, baik berupa dus, kaleng, dll. Dalam rumah tanggapun kita biasa menyeleksi barang-barang yang sudah tidak dibutuhkan lagi, misalnya buku-buku lama, sepatu rusak,tas rusak, baju yang sudah tidak muat lagi, pulpen yang sudah habis tintanya, pakaian yang sudah rusak atau kekecilan dan lain sebagainya.

Bagaimana dengan koleksi perpustakaan? Koleksi Perpustakaan adalah semua informasi dalam bentuk karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam dalam berbagai media yang mempunyai nilai pendidikan, yang dihimpun, diolah, dan dilayankan (Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional RI No. 11 Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya).

Biasanya pada koleksi perpustakaan pun dilakukan penyiangan, terutama untuk koleksi tercetak. Sekalipun kegiatan penyiangan lebih sering dilakukan di perpustakaan umum, perpustakaan khususpun melakukannya. Penyiangan koleksi adalah proses seleksi bahan pustaka dengan cara dikeluarkan dari rak karena isinya sudah tidak relevan lagi, jumlah eksemplarnya cukup banyak, sudah ada yang lebih baru atau merupakan bahan pustaka yang termasuk ke dalam kelompok yang dilarang oleh pemerintah.

Kegiatan penyiangan koleksi di perpustakaan Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI juga dilakukan walaupun tidak secara rutin. Penyiangan koleksi yang terakhir dilakukan adalah pada tahun 2017. Tujuan penyiangan ini yaitu menyeleksi buku-buku yang sudah usang dan sebagian besar rusak dimakan rayap, juga ditemukannya buku-buku lama yang jumlah eksemplarnya lumayan banyak.

Tujuan lain dari kegiatan penyiangan koleksi adalah juga untuk menghemat tempat di rak. Dengan dikeluarkannya buku-buku yang sudah tidak relevan lagi karena pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, maka masih tersedia ruang untuk buku-buku yang lebih baru berdasarkan tahun terbit.

Bagaimana dengan koleksi audio visual?Sama saja, dibutuhkan juga penyiangan, terutama untuk koleksi yang juga menghabiskan tempat seperti CD-ROM, video, kaset, lukisan, kain, dan lain-lain jika jumlahnya sudah cukup banyak. Untuk file komputer, seperti e-book dan e-journal, dapat dilakukan dengan men-zip file-file tersebut jika sudah jarang digunakan lagi.

Jika sudah disiangi, akan dikemanakan koleksi perpustakaan hasil penyiangan tersebut?Koleksi tersebut dapat dibagikan ke perpustakaan dan perorangan yang membutuhkan atau dimusnahkan. Untuk instansi pemerintah, jika koleksi perpustakaan akan dimusnahkan, harus mengikuti aturan Jadwal Retensi Arsip karena biasanya buku-buku perpustakaan instansi pemerintah merupakan BMN (Barang Milik Negara). (Siti Elly Faisholyah)

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI