• perpustakaan
  • Perpustakaan Puslit Bioteknologi LIPI

Laporan Kinerja

lakip2017

Laporan Tahunan

laptah2015-web

Laporan RB

cover rb2017

Print

Tinea Imbrikata

hiperpigmentasiTinea imbrikata adalah dermatofitosis kronis yang disebabkan oleh Trychophyton concentricum dengan gambaran morfologis khas, berupa papulo-skuamosa yang tersusun dalam lingkaran-lingkaran konsentris, sehingga tampak seperti atap genting. Dilaporkan satu kasus tinea imbrikata pada wanita usia 47 tahun. Pada pemeriksaan fisik, didapatkan lesi kulit dengan distribusi generalisata hampir di seluruh bagian tubuh, kecuali wajah, telapak tangan dan kaki, berupa skuama halus yang tersusun konsentris. Pada pemeriksaan mikroskopis dengan pewarnaan KOH 10% didapatkan hifa panjang, spora, dan epitel. (Reyshiani Johan)

Print

Manifestasi Klinis Sindrom Behcet

behcetSindrom Behcet adalah proses inflamasi multisistemik yang tidak diketahui etiologinya, manifestasi klinis berupa ulkus oral rekuren, ulkus genital, lesi kulit, lesi mata, dan berbagai sistem organ lain. Kasus wanita 21 tahun mengeluh luka-luka kecil yang nyeri di rongga mulut sejak tiga minggu, hilang timbul hampir setiap bulan sejak lima tahun. Luka juga terdapat di kemaluan, hilang timbul sejak empat tahun dan berulang tiga hingga empat kali setiap tahun. Kedua mata merah dan berair, sejak satu tahun. Pada pemeriksaan kedua mata tampak injeksi konjungtiva dan tidak ada penurunan visus. Pada rongga mulut didapatkan ulserasi aftosa multipel berdiameter 0,6 cm. Pada vulva terdapat ulkus menggaung dengan tepi meninggi berukuran 3 cm x 1,5 cm x 0,5 cm. Pasien didiagnosis sebagai sindrom Behcet berdasarkan International Classification Criteria of Behcet’s Disease atau menggunakan skoring Revised International Criteria for Behcet Disease (ICBD). Pengobatan kortikosteroid dan antibiotik oral atau topikal. Tujuan terapi adalah mempercepat penyembuhan dan mencegah remisi. Luka membaik selama tiga minggu pengobatan. (Sukmawati Tansil Tan, Listyani Gunawan, Gabriela Reginata)

Print

Neovaskularisasi Koroid Miopia

funduskopiNeovaskularisasi Koroid (NVK) merupakan salah satu komplikasi miopia dan miopia maligna yang mengancam penglihatan. Risiko NVK meningkat seiring dengan peningkatan angka kejadian miopia. Sampai saat ini belum ada definisi standar NVK pada miopia atau miopia maligna. Pasien NVKm dapat mengeluh gangguan visus, metamorfopsia, dan skotoma. Fluorescein angiography dan optical tomography dapat digunakan untuk diagnosis NVKm. Tatalaksana NVKm terus berkembang, anti-VEGF memperbaiki, mengendalikan penyakit, dan diharapkan dapat memperbaiki tajam penglihatan. (Elvira,Victor Nugroho Wijaya)

Print

Anisometropia

indeksbiasAnisometropia merupakan gangguan penglihatan akibat perbedaan kekuatan refraksi antara mata kanan dan kiri lebih dari 1.00 D. Masalah yang umum terjadi akibat anisometropia adalah ambliopia dan strabismus. Angka kejadian anisometropia disertai ambliopia adalah 47,6%, sedangkan angka kejadian anisometropia disertai strabismus adalah sebesar 9,5%. Deteksi dini anisometropia adalah pemeriksaan tajam penglihatan, uji aniseikonia, worth four dots test, Hirschberg test, dan cover and uncover test. Sedangkan penanganan anisometropia adalah penggunaan lensa kacamata, lensa kontak, dan pembedahan. (Monica Djaja Saputera)

Print

Pemeriksaan Imunohistokimia untuk Mengungkap Patogenesis Vitiligo

histokimiaVitiligo merupakan penyakit kulit yang ditandai dengan adanya bercak putih yang progresif. Patogenesis penyakit vitiligo melibatkan berbagai etiologi yang saling berkaitan seperti genetik, autoimun, dan inflamasi. Pemeriksaan imunohistokimia pada bahan biopsi kulit penderita vitiligo yang meliputi pemeriksaan antibodi CD3, CD8, TNF-α, IL-17 dan IL-17RA, CD117, NALP1, langerin, serta CD11c, dapat mengungkap patogenesis penyakit sehingga dapat membuka jalan untuk terapi yang sesuai. (Willy Sandhika, Ryski Meilia Novarina,Trisniartami Setyaningrum)

Print

Kulit Kering pada Usia Lanjut

kulitPenyakit kulit sangat jarang mengancam nyawa, namun dapat menimbulkan hendaya bagi penderitanya. Proses penuaan dapat menyebabkan perubahan fisiologis, di mana pada kulit usia lanjut terjadi penipisan epidermis, penurunan suplai darah, cairan, dan nutrisi ke kulit, melambatnya penyembuhan luka dan respons imun, serta terganggunya termoregulasi dan atrofi jumlah kelenjar minyak dan keringat yang menyebabkan kulit kering. Di tingkat seluler, terjadi penurunan produksi lipid dan natural moisturizing factor di stratum korneum. Selain itu, pada usia lanjut sering terdapat penyakit-penyakit komorbid yang mempengaruhi penurunan fungsi kulit. Kulit kering atau xerosis cutis dapat menyebabkan pruritus dan terganggunya kualitas hidup penderita, khususnya usia lanjut. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan dan tatalaksana holistik untuk mengatasi kulit kering pada usia lanjut. (Marsha Bianti)

Print

Proses Menua, Stres Oksidatif, dan Peran Antioksidan

proses menuaPenuaan ditandai dengan penurunan progresif integritas fisiologis yang memicu gangguan fungsi, yang disebabkan oleh radikal bebas sebagai hasil stres oksidatif ditambah modifikasi genetik dan lingkungan. Intervensi yang membatasi atau menghambat reaksi radikal bebas akan menurunkan laju perubahan akibat penuaan, sehingga diharapkan dapat menurunkan tingkat penuaan dan patogenesis penyakit. Antioksidan merupakan molekul yang mampu menstabilkan atau menonaktifkan radikal bebas sebelum menyerang sel, juga dapat menghambat ataupun menunda oksidasi suatu substrat. Antioksidan memiliki fungsi preventif dan protektif terhadap penyakit terkait usia seperti penyakit kardiovaskuler, kanker, kelainan neurodegeneratif, dan berbagai kondisi kronik lainnya. (Marta Lisnawati Zalukhu, Agustinus Rudolf Phyma, Rizaldy Taslim Pinzon)

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI