• perpustakaan
  • Perpustakaan Puslit Bioteknologi LIPI

Laporan Kinerja

lakip2017

Laporan Tahunan

laptah2015-web

Laporan RB

cover rb2017

Print

Development of Citrus Rootstock Resistance to Fungal Diseases by Gene Technology : Presentasi RUTI 2007

citrus infectedOne of the main constrains on citrus production is diseases of the root and stem- caused by Phytophthora and Diplodia. A number of fungal endophytes isolated from citrus root and stem are known to be antagonistic to those pathogenic fungi. These endophytes produce chitinase (Chn) and glucanase (Glu) enzymes which lyse the phytopathogenic fungal cell-wall during the antagonistic action, and release cell-wall fragments that act as elicitors of defence reactions such as accumulation of phytoalexins.

It has been envisaged that chitinase and glucanase derived from antagonist strains of fungi can be used as heterologous genes in crop plants for enhancing their resistance against phytopathogenic fungi. Although in some cases, treatment with glucanase and chitinasecan inhibit fungal growth in vitro, more often combinations of the two enzymes are required for antifungal activity.

This research has been conducted to insert and have expressed in citrus rootstocks, the ßGlu and Chn genes isolated from fungal endophytes of citrus roots and stem,to enhance their resistance to root and stem infecting fungi.

Print

Developing Blast Durable Resistance By Using The Wild Rice Species Oryza rufipogonpogon : Presentasi RUTI IV: 2005-2007

padi blastOryza rufipogon is one of wild rice species that may be used as a source of gene (s) in rice varietal improvement program. Backcross (BC5) and double haploid populations had been developed from a cross between IR64 and O. rufipogon in order to exploit the useful genes for blast disease resistance. These two populations were used to map blast resistant genes and to develop durably resistant varieties. This study has been conducted in collaboration with CIRAD with the following objectives: (1) to identify resistance genes to blast, Pir4(t), originated from O. rufipogon and Pir7(t) originated from IR64, on chromosome 2, and (2) to evaluate the durable resistance of double haploid lines generated from BC2F3 of IR64 x O. rufipogon to blast. Result of the previous study indicated that Pir (4&7) was mapped in the position between two Simple Sequence Repeat (SSR) markers RM263-RM250, with the distance of 28.5 cM (Utami et al, 2005). Fine map is to be established to detect the exact position of the target genes. For this purpose, two lines BC5 population, namely 317-25-1-6 and 317-25-1-3 were selected as lines with the needed level of introgression for fine mapping and target gene identification. In order to complement and to enhance candidate gene analysis at the target position the insilico analysis was applied at the target fragment region peak between RM263-RM250 markers, which resulted in consecutive order 25 putative resistance genes in this fragment region. These putative genes were further analyzed by sequencing the bases of the selected genes above to design specific primer on the basis of TIGR gene genome browser. These designed primers are Single Nucleotide Polymorphism (SNP) that has high polymorphism levels to be used to enhance fine mapping development activities.

Print

Perbedaan Perpustakaan dan Arsip

arsipCibinong -, Ketika pada suatu waktu seorang pimpinan bertanya tentang sekumpulan berkas pada stafnya : “Berkas apa tuh?Tolong serahkan saja ke perpustakaan,” katanya pada staf tersebut. Tunggu dulu! Benarkah berkas tersebut merupakan berkas yang memang merupakan tugas dan wewenang perpustakan untuk mengolah, mengelola dan mendokumentasikannya? Sebagai petugas yang menerima berkas pertama kali, semestinya dia memilah berkas tersebut apakah akan diserahkan ke perpustakaan atau ke pusat arsip.

Print

Penelusuran informasi melalui Science Direct

science direct 1Cibinong -, Di jaman serba internet seperti sekarang ini, adalah hal biasa bagi para pengguna internet dalam menelusur informasi. Namun demikian, tidaklah banyak yang mengetahui tentang pengertian penelusuran informasi. Penelusuran informasi adalah interaksi secara langsung pada sumber-sumber informasi untuk menelusur informasi yang dibutuhkan, baik yang tersedia di perpustakaan dalam bentuk tercetak maupun melalui berbagai sumber yang tersedia di internet, dalam hal ini informasi ilmiah.

Print

Pemanfaatan Aplikasi Flipping Book Dalam Digitalisasi di Perpustakaan

flip1Cibinong -, Mungkin Flipping book terdengar aneh bagi masyarakat awam, tapi pegiat informasi atau seseorang yang bekerja di perpustakaan pasti tahu tentang flipping book ini. Flipping book merupakan rangkaian gambar dalam buku yang seolah bergerak jika halaman-halamannya dibalik. Halaman buku berpindah dengan cepat seolah seperti film atau slideshow pribadi milik Anda sendiri. Flipping book juga merupakan cara yang bagus untuk mempelajari bagaimana cara kerja animasi. Terdapat berbagai macam cara untuk membuat flipping book Anda sendiri, ada yang menggunakan software adobe photoshop in design, flash ataupun software yang sudah jadi dan tinggal diaplikasikan. Aplikasi pembuat flipping book dapat di unduh secara gratis (trial) di website.

Print

Apakah Google Scholar itu? Sebuah Pengenalan Untuk Menelusuri Literatur

scholar1Cibinong- , Sebagian dari kita jika mendengar kata Google Scholar masih suka bengong. Apa ya Google Scholar itu? Menurut Wikipedia Google Scholar atau dalam Bahasa Indonesia disebut dengan Google Cendekia adalah layanan yang memungkinkan pengguna malakukan pencarian materi-materi pelajaran berupa teks dalam berbagai format publikasi. Situs pangkalan data bibliografis yang diluncurkan pada tanggal 20 November 2004 ini dapat membantu kita menemukan karya tulis ilmiah yang sudah diterbitkan dengan memasukkan kata kunci, baik berupa subyek maupun nama pengarang, Pangkalan data bibliografis ini dikembangkan oleh Google dan websitenya adalah https://scholar.google.co.id/.

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI