• esa unggul
  • kunjungan
  • kapusbiotek
  • apec2019a
  • dputiapec2019a
  • biotekastra-3 1
  • kerjasamabalitri
  • Kunjungan Universitas Esa Unggul Jurusan Bioteknologi ke Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI, Cibinong- 3 Desember 2019
  • Kunjungan SD Plus Cerdas Alam Rizkia ke Kebun Plasma Nutfah Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Cibinong,10 oktober 2019
  • Pelantikan Dr. Puspita Lisdiyanti M. Agr. Chem sebagai Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI dan Dr. Ahmad Fathoni sebagai Plt. Kabid Pengelolaan Penelitian Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Periode 2019-2024 oleh kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia di Jakarta, 10 September 2019.
  • Annual Meeting and Seminar 2019 : APEC Reserach Center for Advanced Biohydrogen Technology,July 26, 2019 at Ekakarya Botanical Garden, Bedugul, Bali
  • Deputy of Life Sciences at Annual Meeting and Seminar 2019 : APEC Reserach Center for Advanced Biohydrogen Technology,July 26, 2019 at Ekakarya Botanical Garden, Bedugul, Bali
  • Perkuat Kemitraan, LIPI Terima Kunjungan Sains PT Astra International, TBK.
  • Pusat Penelitian Bioteknologi Lipi Jalin Kerjasama Dengan Balai Penelitian Tanaman Industri Dan Penyegar Kementrian Pertanian

bioteknologi update a

seputar biotek web

biotek media

Print

Teknologi Genome Editing untuk Kualitas Tanaman Pangan Lebih Baik

Kemajuan di bidang bioteknologi ditandai dengan munculnya produk-produk hasil rekayasa genetika dan genome editing. Namun, pengembangan penerapan genome editing belum dibarengi dengan regulasi yang tepat dan jelas. Di Indonesia, pemanfaatan teknologi rekayasa genetika diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2005 tentang Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik yang mengelompokkan hasil genome editing sebagai Genetically Modified Organisms (GMO) sehingga dalam proses pelepasannya akan mengikuti aturan pelepasan tanaman hasil rekayasa genetika. “Harapan kami pada tahun ini  Indonesia sudah mempunyai keputusan tentang kebijakan regulasi terkait pemanfaatan genome editing yang dibedakan kategorinya dengan produk rekayasa genetik yang lain,” ujar Plt. Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Yan Rianto pada FGD “Genome Editing: Status Riset Pengembangan dan Regulasinya”di Cibinong. (13/01)

Print

Enzyme Production from Cassava Peels by Aspergillus awamori Kt-11: The Making of Natural Sweetener from Several tubbers

The use of cassava (Manihot esculenta Crantz) peel for enzyme production has not been widely used. The purpose of this study was to produce complex amylase enzymes from cassava peel by A. awamori KT-11 and apply them in the manufacture of natural sweeteners. Enzyme production is carried out on red and white cassava peel. Media of cassava peel sterilized, inoculated with 1% A. awamori KT-11, incubated for 5 days, then dried at 50°C and mashed. Making sugar is done on cassava flour, sweet potato ( Ipomoea batatas L), taro (Colocasia esculenta) and cocoyam (Xanthosoma sagittifolium) with different concentrations of 10%, 15%, 20%, and 15% and 20% enzyme concentrations. The hydrolysis process is carried out for 3 days at 60°C. The enzyme activity in red cassava peel was 405,006 U/mL and white cassava peel was 321,239 U/ml. The sugar produced in cassava, taro, sweet potato, and Cocoyam was 101.38 mg/mL, 81.18 mg/mL, 55.929 mg/mL, and 42.874 mg/mL, respectively. The results of TLC showed that cassava and taro sugar contain maltose, lactose and glucose, sweet potatoes contained glucose and dextrin and Cocoyam containing fructose. The sweetness level of sugar from cassava, taro, sweet potato and Cocoyam is 14 brix, 12 brix, 9 brix and 9 brix, respectively. ( Ruth Melliawati and Farida Rahman )

casava

Sumber/Full text : http://jurnal.biotek.lipi.go.id/index.php/annales/article/view/369/pdf

(ahm)

Video Bioteknologi LIPI


Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Seputar Biotek

Identifikasi Hewan Terinfeksi Persisten oleh Virus Bovine Viral Diarrhea pada Peternakan Sapi Perah

Cibinong, Humas LIPI. Protein memiliki peran penting bagi manusia yaitu untuk perkembangan kecerdasan otak, pemeliharaan stamina tubuh, percepatan regenerasi sel dan menjaga sel darah merah (eritrosit) agar tidak mudah pecah. Protein hewani lebih berkualitas daripada protein nabati karena lebih kaya akan asam amino dan banyak terkandung pada daging, susu dan telur. 
 
Read more...

Laporan

 laptah2018 

cover rb2017 

lkj2018

kunjungan

pelatihan

pembimbingan

pengujian

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI