• apec2019a
  • dputiapec2019a
  • biotekastra-3 1
  • kerjasamabalitri
  • Annual Meeting and Seminar 2019 : APEC Reserach Center for Advanced Biohydrogen Technology,July 26, 2019 at Ekakarya Botanical Garden, Bedugul, Bali
  • Deputy of Life Sciences at Annual Meeting and Seminar 2019 : APEC Reserach Center for Advanced Biohydrogen Technology,July 26, 2019 at Ekakarya Botanical Garden, Bedugul, Bali
  • Perkuat Kemitraan, LIPI Terima Kunjungan Sains PT Astra International, TBK.
  • Pusat Penelitian Bioteknologi Lipi Jalin Kerjasama Dengan Balai Penelitian Tanaman Industri Dan Penyegar Kementrian Pertanian

bioteknologi update a

seputar biotek web

biotek media

Print

Antimicrobial Activity of Selenium Nanoparticles Synthesized by Actinomycetes Isolated from Lombok Island Soil Samples

Antimicrobial Activity of Selenium Nanoparticles Synthesized by Actinomycetes Isolated from Lombok Island Soil Samples

Shanti Ratnakomala, Nurul Fitri Sari, Fahrurrozi and Puspita Lisdiyanti (2018)

Jurnal Kimia Terapan Indonesia. Vol. 20 (1): 8-15. e-ISSN: 2527–7669.

 Antimicrobial Activity of Selenium NanoparticlesA total of 98 actinomycetes were isolated from the soil and litter samples collected from the cacao and coffee plantation in Lombok Island, West Nusa Tenggara of Indonesia. These isolates were screened for their antimicrobial activity. Among 98 isolated strains, only 24 isolates showed antimicrobial activity against test microorganisms, 20.4% were active against Bacillus subtilis BTCC B-612, 14.3% against Staphylococcus aureus BTCC B-611, and 5.1% against Escherichia coli BTCC B-609. Of these 24 isolates, 3 were found to be able to grow in medium containing 3 mM Selenium oxide and the culture were changed color to red. Two of the best strains, L-155 and L-156, were selected for assessing production of Selenium nanoparticles. Bioreduction of selenium nanoparticles was confirmed by UVvisible spectrophotometer that showed the peak between 300 and 320 nm. Biosynthesized selenium nanoparticle from isolate actinomycetes L-155 and L-156 were found to have a broad spectrum of activity against the tested microorganisms Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Micrococcus luteus, and Candida albicans. The study shows the rapid and eco-friendly synthesis of selenium nanoparticles from soil actinomycetes. Most of these active isolates showed to possessed antibacterial property.

Keywords: Lombok Island, actinomycetes, selenium nanoparticles, antimicrobial activity

Katalog: http://perpus.biotek.lipi.go.id/index.php?p=fstream&fid=3472&bid=16045

Disusun oleh: Ludya AB/Pustakawan

 

Print

Pertumbuhan Kultur Tunas Taka Pada Media MS yang Mengandung Sitokinin dan Manitol untuk Konservasi In Vitro

Pertumbuhan Kultur Tunas Taka Pada Media MS yang Mengandung Sitokinin dan Manitol untuk Konservasi In Vitro

Betalini Widhi Hapsari, Andri Fadillah Martin, Tri Muji Ermayanti (2018)

Prosiding Seminar Nasional Pertanian dan Tanaman Herbal Berkelanjutan di Indonesia, Hal. 35-43. Universitas Muhammadiyah Jakarta. e-ISSN: 2615-2320.

 taccaTanaman taka (Tacca leontopetaloides (L.) Kuntze) merupakan jenis tanaman yang tumbuh terbatas di beberapa daerah pantai di Indonesia. Tanaman ini merupakan tanaman minor sehingga perlu dikonservasi. Umbi taka berpotensi sebagai sumber karbohidrat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan kultur tunas taka pada media yang mengandung sitokinin BAP atau kinetin yang dikombinasikan dengan manitol untuk konservasi secara in vitro. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biak Sel dan Jaringan Tanaman Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Cibinong Science Center pada bulan Juni 2016 sampai Maret 2017. Setelah dikonservasi selama 24 minggu, planlet diaklimatisasi. Tunas taka ditumbuhkan selama 24 minggu pada media MS yang mengandung 0, 0.5 ppm BAP dan 0.5 ppm kinetin dikombinasikan dengan manitol 0%, 2%, 4%, dan 6%. Kultur diinkubasi pada ruang bersuhu 25 oC. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan, data dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Variabel pengamatan yang diamati setiap minggu selama 24 minggu adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah akar serta daya hidup setelah aklimatisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Media MS tanpa sitokinin dan tanpa manitol (kontrol) dan media MS yang mengandung 0.5 ppm kinetin tanpa manitol menunjukkan pertumbuhan terbaik pada semua variabel pengamatan. Taka yang berasal dari media MS tanpa manitol, MS + 2% manitol, MS + 0.5 ppm BAP tanpa manitol, MS + 0.5 ppm BAP + 2% manitol, MS + 0.5 ppm kinetin tanpa manitol, dan MS + 0.5 ppm kinetin + 2% dan 4%manitol mampu tumbuh di rumah kaca.

Keywords: Tacca leontopetaloides, in vitro, manitol, sitokinin BAP, kinetin, konservasi.

Katalog: http://perpus.biotek.lipi.go.id/index.php?p=fstream&fid=3471&bid=16044

Disusun oleh: Ludya AB/Pustakawan

 

Video Bioteknologi LIPI


Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Seputar Biotek

Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI menerima Kunjungan Universitas Halu Oleo, Kendari

HOUCibinong, 13 Agustus 2019.Keingintahuan masyarakat akan penelitian dibidang bioteknologi akhir-akhir ini semakin meningkat, hal ini diketahui berdasarkan permintaan kunjungan ilmiah ke Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI. Bioteknologi merupakan salah satu bidang ilmu Pengetahuan yang sangat menarik untuk dipelajari karena, berbagai solusi pada permasalahan yang saat ini timbul dapat terselesaikan dengan bioteknologi seperti melalui teknologi rekayasa genetika, kultur jaringan, DNA rekombinan, pengembang biakan sel induk, kloning bahkan permasalahan tumpahan minyak dilaut. Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI menerima kunjungan dari Universitas Halu Oleo Kendari, Jurusan Bioteknologi,sebanyak 32 orang. Rombongan diterima digedung auditorium dan diberikan informasi tentang P2 Bioteknologi sebelum berkunjung ke laboratorium.

Read more...

Laporan

 laptah2018 

cover rb2017 

lkj2018

kunjungan

pelatihan

pembimbingan

pengujian

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI