• open house 2017
  • banner web 4a
  • banner web hut ri

bioteknologi update a

biovillage-logo

seputar biotek web

biotek media

Print

FRIABLE EMBRYOGENIC CALLUS (FEC) SEBAGAI MATERIAL PERBAIKAN SIFAT UNGGUL UBI KAYU

hanifitrianiUbi kayu (Manihot esculenta Crantz) atau yang sering disebut dengan singkong atau ketela pohon sudah sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia. Ubi kayu atau singkong sering diklaim sebagai makanan kedua setelah nasi sebagai makanan yang kaya akan kandungan karbohidrat. Ubi kayu merupakan salah satu tanaman umbi-umbian yang mengandung sumber karbohidrat utama masyarakat Indonesia ke tiga setelah padi dan jagung, serta sebagai bahan baku aneka industri yang terus berkembang. Pada beberapa tempat tanaman ini dapat diolah dan akhirnya menjadi makanan pokok dalam kesehariannya yang kita kenal dengan tiwul.Umbinya mengandung air sekitar 60%, pati 25-35%, serta protein, mineral, serat, kalsium, dan fosfat. Awal mulanya tanaman ini dari Brazil, Amerika Selatan dan telah menyebar ke Asia pada awal abad ke-17 dibawa oleh penjelajah Spanyol dari Mexico ke Philipina. Selanjutnya, menyebar ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini pada mulanya diperkenalkan oleh para penguasa kolonial sebagai tanaman cadangan bila kelaparan.

Print

PERANAN BIOTEKNOLOGI REPRODUKSI DALAM PENINGKATAN KUALITAS TERNAK

edysopianIlmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dari tahun ke tahun bertambah maju dan berkembang pesat, sehingga berpengaruh terhadap kemajuan teknologi di subsektor peternakan. Teknologi reproduksi mencakup inseminasi buatan (IB), transfer embrio (TE), pemisahan spermatozoa, fertilisasi in vitro (IVF), preservasi dan krioprservasi serta teknologi rekayasa genetik untuk menghasilkan klon-klon ternak unggul, seperti transfer gen, pemetaan genetik, cloning, chimera, dll. Penemuan teknologi dibidang reproduksi ternak tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalahmasalah dan tantangan yang dihadapi subsektor peternakan terutama dalam meningkatkan populasi, produksi dan produktifitas ternak baik secara kualitas maupun kuantitas.

APLIKASI BIOTEKNOLOGI REPRODUKSI

Bioteknologi reproduksi merupakan salah satu aplikasi ruang lingkup bioteknologi peternakan, antara lain meliputi pemuliaan ternak, inseminasi buatan (IB), transfer embrio (TE)dan mikromanipulasi.

Baca selengkapnya

Print

RAGI SUPER: TEKNOLOGI MOLEKULER BIO-ARMING UNTUK PEMANFAATAN LIMBAH LIGNOSELULOSA MENJADI ETHANOL SEBAGAI PENGGANTI BENSIN

filemonDewasa ini penggunaan serta kebutuhan akan energi sangat luar biasa tinggi. Setiap tahunnya konsumsinya terus mengalami peningkatandrastis. Hal ini disebabkan karena faktor permintaan energi sangat tinggi. Bidang industri dan transportasi mengambil bagian terbesar dalam penggunaan energi. Hal ini berbanding terbalik dengan suplai energi yang dihasilkan dari energi fosil seperti bensin yang terbatas dan tak terbaharui. Peningkatan ini menyebabkan krisis energi baik di dunia dan terkhusus di Indonesia. Penelitian dan pengembangan alternatif energi pengganti bensin banyak dan gencar dilakukan. Ethanol dari golongan biofuel adalah salah satu alternatif energi yang dapat mensuplai kontribusi energi saat ini. Saccharomyces cerevisiae atau yang umum disebut ragi menjadi aspek yang sangat vital dalam produksi bioethanol (Fujita, 2004).

Ragi sebagai mikroorganisme pengkonversi gula dari biomassa limbah lignoselulosa yang tidak terpakai, dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar yang sangat signifikan manfaatnya.Lignoselulosa adalah biomassa yang terdiriatas lignin,selulosa, dan hemiselulosa. Namun kendala dari alternatif energi ini adalah kurang mampunyai sel ragi dalam menghasilkan ethanol karena beragam kondisi fermentasi yang kurang sesuai seperti adanya inhibitor kimia akibat proses treatment limbah biomassa lignoselulosa dan lain-lain.

Baca selengkapnya

Print

UBI KAYU, MAKANAN SI MISKIN YANG KAYA NUTRISI?

hartatiDi Indonesia dan beberapa negara di belahan benua Afrika ubi kayu kerap diidentikkan sebagai makanan orang miskin, kampungan dan murahan.Berbagai laporan tentang ubi kayu menyebutkan bahwa ubi kayu adalah makanan pokok yang ditanam petani miskin di lahan marginal di Afrika, Asia dan Amerika Latin. Bahkan dari media ditanah air, kita kerap membaca bahwa standar masyarakat dianggap kekurangan pangan dan gizi kalau mereka hanya mengkonsumsi ubi kayu.

Pandangan tentang ubi kayu sebagai bahan pangan miskin nutrisi,banyaknya masyarakat berekonomi lemah yang mengkonsumsi ubi kayu, serta faktor harga yang lebih murah dibanding beras menyebabkan stigma negatif ini semakin melekat. Di Indonesia bagian Timur yang sebagian besar masyarakatnya sebelumnya mengkonsumsi ubi kayu sebagai makanan pokok pun mulai bergeser meninggalkan ubi kayu, terutama dikalangan generasi mudanya, karena dianggap kurang modern. Dan jika hal ini terjadi, maka dampak jangka panjang yang akan dirasakan adalah hilang atau berkurangnya biodiversitas ubi kayu di daerah tersebut. Tak dapat dipungkiri bahwa budaya memakan ubi kayu sebagai makanan pokok ikut berkontribusi terhadap pemeliharaan keragaman ubi kayu. Seperti di daerah Maluku Tenggara yang penduduknya mengkonsumsi makanan tradisional enbal yang terbuat dari ubi kayu dengan kandungan asam sianida (HCN)tinggi, di daerah tersebut masih banyak ditemukan keragaman jenis ubi kayu dengan HCN tinggi.

Baca selengkapnya

Laporan Kinerja

lkj2015

Laporan RB

rb-p2biotek-2016-a

Laporan Tahunan

laptah2015-web

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

annales

biotrends

banner-warta-biovillage

icon-pelatihan-b

icon-kunjunganilmiah-b

icon-pengujianbiotek-b

icon-pembimbingan-b

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI