L’OREAL FOR WOMAN IN SCIENCE, SALAH SATU AWAL KOLABORASI RISET

Pinterest LinkedIn Tumblr +
image_pdfimage_print

Cibinong, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berkolaborasi dengan L’Oreal Foundation dalam kegiatan sosialisasi terkait aplikasi pengajuan penghargaan For Woman in Science. “Banyak sekali manfaatnya. Diawali dengan penghargaan dari L’Oreal For Woman in Science pada tahun 2013, seperti memberikan suntikan energi yang besar, baik bagi diri sendiri maupun karir saya,” ungkap Peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Ratih Asmana Ningrum dalam webinar For Woman in Science Sosialisasi dan Sharing Session Bersama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. (7/8)

“Kita dapat bertemu dengan sesama peneliti dan sesama penerima penghargaan dalam suatu forum dan saling bekerja sama. Bahkan saat ini saya sudah berkolaborasi dengan beberapa penerima penghargaan, mulai dari penerima penghargaan sebelum dan sesudah 2013,” imbuhnya.

Ratih yang saat ini menjabat sebagai Ketua kelompok penelitian pengembangan produk biologi sekaligus kepala Fasilitas Bio Safety Level-3 (BSL-3) LIPI, menerima penghargaan National L’Oreal-UNESCO For Women in Sciences tahun 2013 kategori life science. Dirinya mengungkapkan, urgensi dari riset sangat penting untuk disampaikan.

“Dulu pertama yang saya tekankan saat mengirim aplikasi yaitu urgensi dalam melakukan riset ini, novelty atau kebaruan, serta pembeda dari riset lain. Karena waktu itu saya mengembangkan suatu protein yang sudah ada secara komersial, bahkan sudah dijual dari negara-negara maju. Jadi tantangannya adalah bagaimana caranya kita memodifikasi, mencari celah supaya riset kita berbeda dengan produk yang sudah ada di pasaran,” tegasnya.

Menurut Ratih, pasca mengajukan aplikasi, semua berjalan lancar dari segi pendanaan dan dari segi pendukung lainnya. “Dalam penghargaan National LOreal-UNESCO For Women in Sciences tahun 2013, ada empat peneliti yang menerima penghargaan. Kemudian riset saya terpilih masuk ke level internasional mewakili teman-teman yang lain. Meskipun di level Internasional belum bisa menang, namun pengalaman tersebut sudah menjadi sesuatu yang luar biasa dalam perjalanan karir saya,” jelasnya.

Dirinya menyatakan, para penerima penghargaan National L’Oreal-UNESCO For Women in Sciences berkumpul dalam satu wadah yaitu forum untuk peneliti muda. “Saat pandemi ini kolaborasi tidak hanya dari life sciences tapi juga dari material sciences, bahkan IT, elektronika, dan dari bidang lainnya. Salah satunya kegiatannya adalah knowledge sharing seminar,” papar Ratih.

“Bahkan ada yang sudah dalam tingkat kerja sama yaitu, antara fasilitas BSL-3 LIPI dengan penerima penghargaan dari Universitas Hasanudin,” tambahnya.

Dirinya juga menyampaikan, saat ini LIPI sendiri memilik fasilitas BSL-3 di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI yang mulai beroperasi pada Maret 2019. “Fasilitas BSL-3 dapat dipakai untuk kegiatan penelitian dan sekarang menjadi pusat kegiatan penelitian COVID-19 di lingkungan LIPI, dan kami terbuka untuk teman-teman yang dari luar LIPI untuk melakukan kolaborasi,” ungkapnya.

“Fasilitas BSL-3 LIPI memiliki empat laboratorium BSL-3 terpisah dalam satu gedung dilengkapi dengan enam buah qrT-PCR dan peralatan pendukung lain, termasuk sequencer yang berfungsi memastikan sampel COVID-19 yang dinyatakan positif oleh PCR,” tutupnya.

Sebagai informasi, L’Oreal merupakan perusahan kosmetik yang berbasis sains. Perusahan ini telah menginvestasikan €985 juta pada riset dan inovasi, termasuk penghargaan For Women in Sciences.

Webinar ini dibuka oleh Rika Novayanti sebagai Sustainability Manager L’Oreal Indonesia, serta dihadiri oleh para Juri For Women in Sciences 2020 antara lain, Neni Sintawardani dari Peneliti Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI dan Indrawati Gandjar dari Universitas Indonesia. (sf)

Share.

About Author

Leave A Reply