Teknologi Biorefinari, Harapan Baru Perekonomian Bangsa

Pinterest LinkedIn Tumblr +
image_pdfimage_print

Cibinong-Humas LIPI. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki kekayaan biomassa yang sangat melimpah karena selain negara agraris juga ditunjang dengan luasan geografi. “Indonesia kaya akan biomassa oleh karena itu biomassa hingga limbahnya dapat dimaksimalkan fungsinya dalam menghasilkan berbagai macam bioproduk bernilai ekonomi dengan menggunakan teknologi biorefineri,” tutur Puspita Lisdiyanti selaku Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi pada pembukaan webinar bertajuk “Biorefinery in Indonesia: Current Status and Future Prospectsyang dilaksanakan secara virtual oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, pada Kamis (10/12).

Puspita menyampaikan bahwa saat ini biorefineri telah diaplikasikan pada berbagai industri strategis baik pangan, pakan, farmasi, kesehatan, lingkungan serta energi. “Konsep biorefineri bertujuan membuat berbagai produk turunan berbasis biomassa dengan pendekatan bioteknologi. Teknologi biorefineri penting terutama untuk meningkatkan pemanfaatan sumber biomassa karbohidrat selulosa yang melimpah dari berbagai industri perkebunan, pertanian, dan kehutanan, serta pemanfaatan koleksi mikroba lokal dan sumber genetikanya yang akan menjadi satu kunci penting dalam teknologi biorefineri tersebut,” ungkapnya.

“Ditunjang tersedianya sumber biomassa dan mikroba yang tidak terbatas di Indonesia, akan membuat biorefineri terpadu menghasilkan berbagai jenis produk berbasis bioresource lokal, dan akan bernilai lebih kompetitif di masa depan,” imbuh Puspita.

Lebih lanjut Puspita menyampaikan bahwa Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI telah ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Biorefineri Terpadu sejak tahun 2016 hingga 2022 oleh Kementrian Riset dan Teknologi-BRIN. “Webinar kali ini diadakan untuk mempertemukan para peneliti Indonesia, dosen perguruan tinggi, industri dan pemegang kebijakan untuk berdiskusi serta berbagi informasi riset terkait perkembangan biorefineri di Indonesia. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian acara “Indonesia Innovation Day” yang merupakan agenda tahunan dari Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Nasional,” jelasnya.

“Kedepan kami sangat mengharapkan terwujudnya jalinan kerjasama triple helix antara pemerintah, akademisi dan industri dengan harmoni yang lebih baik sebab hal ini merupakan upaya penguatan ekosistem riset dan inovasi untuk menumbuhkan perkembangan ekonomi dan sosial.Semoga apa yang kita lakukan hari ini bermanfaat bagi kemajuan Indonesia dalam menghasilkan produk-produk hasil inovasi anak bangsa,” harap Puspita.

Senada dengan dengan Puspita, Ahmad Thontowi selaku Koordinator Pusat Unggulan IPTEK Biorefineri Terpadu LIPI mengungkapkan bahwa dengan potensi biomassa yang melimpah juga terdapat beberapa hal yang perlu dipecahkan melalui diskusi dan bertukar informasi dengan pihak- pihak terkait seperti ketersediaan biomassa tertentu, teknologi yang digunakan untuk mengkonversi biomassa sehingga dihasilkan bioproduk dan diakhir perlu adanya standarisasi dari produk yang dihasilkan.

“Kedepan sangat dibutuhkan dukungan dari semua pemangku kepentingan untuk pengembangan aplikasi biorefinari di Indonesia, kerjasama riset serta upaya hilirisasi bioproduk perlu ditingkatkan sehingga didapatkan iklim riset yang lebih kondusif untuk melahirkan produk produk yang inovatif sehingga dapat berkontribusi terhadap pekonomian bangsa,” tutupnya.

Beberapa narasumber lain yang hadir adalah: Andianto Hidayat, M.Sc dari VP Downstream Research dan Technology Innovation PT. Pertamina (Persero), Dr. Ir. Meika Syahbana Rusli, M.Sc. Agr yang menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi IPB, Dr. Yopi sebagai Kepala Pusat Riset dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, BSN, Prof. Dr. Eng. Ir. Arief Budiman, MS yang menjabat sebagai Direktur CoE Microalgae Biorefinery, UGM, Prof. Euis Hermiati Peneliti Pusat Penelitian Biomaterial LIPI dan Trois Dilisusendi, ST. ME  selaku Kepala Subdirektorat Penyiapan Program Bioenergi Kementerian ESDM. (eb ed sl)

Share.

About Author

Leave A Reply