Serah Terima Jabatan Kepala Kantor Pusat Riset Bioteknologi BRIN

Pinterest LinkedIn Tumblr +
image_pdfimage_print

Cibinong, Humas BRIN. Kantor Pusat Riset Bioteknologi Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) melaksanakan serah terima jabatan dari Kepala Puslit (Kapuslit) Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr. Puspita Lisdiyanti kepada Kepala Kantor Pusat Riset Bioteknologi BRIN, Dr. Ratih Asmana Ningrum. Acara ini dihadiri oleh seluruh sivitas Kantor Pusat Riset Bioteknologi BRIN dan diselenggarakan secara daring melalui aplikasi zoom pada Jumat (10/09).

Pada acara tersebut, Dr. Ahmad Fathoni selaku Koordinator Program Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) dan Ketua Tim PME IPH hadir mewakili Plt. Kepala Organisasi Riset IPH BRIN, Dr. Iman Hidayat. Dalam sambutannya, Fathoni menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapuslit Bioteknologi LIPI periode 2019-2021, Dr. Puspita Lisdiyanti, atas segala pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan, dan mengucapkan selamat atas dilantiknya Dr. Ratih Asmana Ningrum sebagai Kepala Kantor Pusat Riset Bioteknologi BRIN.

Dirinya menyampaikan tiga arahan penting dari Plt. Kepala Organisasi Riset IPH bagi seluruh civitas Pusat Riset Bioteknologi BRIN. “Pertama secepatnya menata administrasi, surat-menyurat dan lain-lain, serta menetapkan perangkat manajemen di masing-masing Pusat Riset, seperti Sekretaris, Koordinator Program, Sub Koordinator Program, Tim PME dan TP2U. Penetapan ini akan diserahkan kepada Kepala Pusat Riset, apakah tetap sama atau ada perubahan, bila ada perubahan agar segera diusulkan, “ujar Fathoni.

“Kedua, seluruh Pusat Riset untuk menata ulang pengelolaan laboratorium riset, menyesuaikan dengan sistem yang ditentukan oleh Deputi Insfrastruktur supaya tahun depan tidak menjadi kendala peneliti. Selanjutnya yang ketiga, seluruh Pusat Risat untuk melakukan pendataan teknisi untuk dijadikan Operator Alat dan Pengelolaan Layanan pada fungsi layanan ELSA. Kita perlu segera mengintegrasikan alat yang ada di Pusat Riset melalui ELSA, agar semua peneliti bisa  mendapat akses yang baik,“ lanjutnya.

Fathoni mengatakan bahwa program akan diselesaikan dalam tiga bulan terakhir, mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang sedang berlangsung dan apa yang harus diselesaikan di sisa akhir tahun anggaran 2021. “Terkait capaian PK, kerja sama juga sudah diselesaikan Ibu Lilis dan sudah dilaporkan Pak Masteria. Di masa transisi ini kita berusaha menyelaraskan antara regulasi BRIN yang baru, dengan kebutuhan para peneliti. Semoga bisa inline dan berjalan baik semuanya. Peneliti bisa terbantu di insfrastruktur alat, program dan pendanaan riset dapat berjalan lebih baik lagi,” tutup Fathoni mengakhiri sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Puspita Lisdiyanti menyampaikan paparannya tentang laporan perkembangan Puslit Bioteknologi hingga saat ini, sehingga lebih mudah untuk melakukan transisi. Laporan meliputi SDM, program dan administrasi yang sudah dilakukan. “SDM Puslit Bioteknologi sebanyak 170 orang, 61 orang Laki-laki dan 109 orang Perempuan.  Peneliti sebanyak 140 orang, SDM Pendukung Iptek 30 orang, yang terdiri dari Perekayasa, Litkayasa, Humas, Penata Laksana Barang, Arsiparis, dan Umum,“ ungkap Lilis.

Lilis memaparkan hasil audit Inspektorat secara keseluruhan capaian Puslit Bioteknologi lebih dari 100% berkinerja baik dan program berjalan dengan baik.  Capaian KKM ada 12 orang yang belum tercapai, sehingga audit kinerja masih 91%. “Melihat rentang profil peneliti di Puslit Bioteknologi, mengapa yang Muda belum menjadi Madya karena meskipun angka kredit mencukupi, tapi HKM tidak terpenuhi. Hal ini bisa diperbaiki dari pembimbingan S3, atau bisa diganti dengan membimbing peneliti di bawahnya. Sedangkan untuk presentasi dan prosiding internasional mau tidak mau peneliti harus aktif, “ kata Lilis.

Terkait BRIN Lilis menjelaskan bahwa saat ini SDM-nya sebanyak 12 ribu yang berasal dari LAPAN, BATAN, BPPT dan LIPI, jika ditambah dari K/L akan menjadi sekitar 30 ribu–40 ribu. Dana sekarang masih 6 – 7 T, tapi bila ditambah dari K/L akan menjadi 27 T. Target SDM unggul/bertalenta BRIN sebanyak 7 ribu merupakan target yang realistis.

“Saya mengingatkan Brain Gain atau perpindahan, bila dana besar fasilitas bagus dosen-dosen universitas akan berpindah ke BRIN. Apalagi yang Diaspora, mereka dengan senang hati akan balik ke Indonesia. Tantangan SDM BRIN akan melimpah atau melimbah (cuma banyak tapi tidak berdaya).  Teman-teman muda juga telah mempunyai program dana DIPA dan sudah mampu berkompetisi, apalagi dana eksternal kita sampai 18 M itu tercapai 300% dari yang ditargetkan,“ jelas Lilis.

“Tantangan program selanjutnya masih harus mengawal HPV, Insulin, OHT dan Fitofarmaka. Saya mengharapkan kita punya “Rumah Program” baru untuk mengisi rumah program yang bernilai 50 M  di Hayati. Beberapa kali sudah diusulkn program baru tapi belum mendapat sambutan yang baik, sehingga road mapnya harus diperjelas, “ tanmbah Lilis.

Mengakhiri paparannya, Lilis menyampaikan terkait adminstrasi yang perlu diperhatikan adalah identifikasi peralatan, kebersihan ruangan kerja, kebersihan laboratorium, kebersihan lingkungan, sebagai user pembangunan Gedung IGBE, komisi keamanan hayati, Konsorsium Bioteknologi Indoneia, ISIBIO 2021 (bulan November), proses akreditasi Annales Bogoriense, Biotrend dan Knowledge Sharing Seminar.

Dr. Ratih Asmana Ningrum dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dr. Puspita Lisdiyanti telah sukses membawa Puslit Bioteknologi melewati masa-masa transisi. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Dr. Masteria Yunovilsa Putra, Anna Kristina Tampubolon, MAB., Tim Administrasi, Tim PME, Koordinator Program lainnya, dan SDM Iptek yang telah berkontribusi banyak untuk mengawal Puslit Bioteknologi hingga saat ini.

“Ini merupakan tantangan yang berat bagi saya pribadi untuk bisa menjalankan tugas ini, tapi saya akan berusaha sebaik-baiknya untuk menjalankannya. Saya akan banyak belajar dan berusaha belajar dengan cepat, berusaha sebaik-baiknya untuk kepentingan dan kemajuan Pusat Riset Bioteknologi, “ kata Ratih.

“Saya mengharapkan kerja sama dari semua sivitas untuk bersama-sama bergandengan tangan menjalin kekompakan. Menciptakan suasana kerja yang nyaman, sehingga kita bisa bertahan dalam keadaan yang sulit dan siap masuk ke sistem yang baru. Pada dasarnya saya adalah orang yang sangat praktis, jadi apapun yang akan membuat teman-teman kesulitan dalam hal birokrasi atau apapun, akan dicoba menyederhanakan sehingga mempermudah teman-teman semua, “ imbuh Ratih.

“Saya ingin mengajak teman-teman semua untuk berusaha dan berdoa, semoga semua proses integrasi baik itu program maupun SDM dapat berjalan lancar. Sehingga kita dapat memasuki era baru di bulan Januari 2022 sebagai bagian dari BRIN. Perjalanan kita masih panjang mari kita berjuang bersama. Menjalin persaudaraan dan kerja sama supaya kita bisa menghadapi semua tantangan ke depan, “tutup Ratih mengakhiri sambutannya.

Selanjutnya dilakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan oleh Kepala Kantor Pusat Riset Bioteknologi BRIN, Dr. Ratih Asmana Ningrum disaksikan Koordinator Program IPH dan Ketua Tim PME IPH Dr. Ahmad Fathoni. Acara berikutnya penyerahan cindera mata untuk pegawai purna tugas Tatang Sudarna, dan ditutup dengan Sosialisasi Pemutakhiran Data MySAPK oleh Koordinator Layanan Kepegawaian Kawasan Fikri Budiman, S.AP.

Acara ini juga dihadiri oleh Dr. Masteria Yunolva Saputra selaku Koordinator Program Penelitian Bioteknologi, Anna Kristina Tampubolon, MAB. selaku Sub Koordinator Pelaksana Fungsi Kesekretariatan, Fikri Budiman, S.AP. selaku Koordinator Layanan Kepegawaian Kawasan Cibinong dan Ika Susanti, M.M. selaku Humas Kawasan Cibinong. (IkS ed sl)

Share.

About Author

Leave A Reply