Kunjungan Ilmiah Politeknik Kesehatan ke BRIN untuk Riset Kesehatan

Pinterest LinkedIn Tumblr +
image_pdfimage_print

Cibinong. Humas BRIN Sesuai Perpres Nomor 74 Tahun 2019, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bertugas menjalankan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan, serta invensi dan inovasi yang terintegrasi. Tak pelak, BRIN menjadi acuan dan rujukan riset-riset di tanah air, termasuk riset kesehatan. Untuk itulah para peserta Pertemuan Koordinasi Nasional (Perkonas) 38 Politeknik Kesehatan di bawah binaan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan – Kementerian Kesehatan melakukan kunjungan ilmiah ke salah satu wilayah kerja BRIN yakni Kompleks Cibinong Science Center – Botanical Garden (CSC-BG) BRIN, pada Selasa (16/11).

Wawasan peserta kunjungan diperkaya dengan pengetahuan kegiatan riset bioteknologi dan riset kesehatan oleh Plt. Kepala Pusat Riset Bioteknologi Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Hayati (OR-IPH) BRIN, Ratih Asmana Ningrum secara daring. “OR-IPH BRIN memiliki tugas menyelenggarakan litbangjirab serta invensi dan inovasi  di bidang ilmu pengetahuan hayati antara lain terkait konservasi, koleksi, pemanfaatan biodiversitas Indonesia. Itu adalah ranahnya OR-IPH,” rincinya

“Organisasi riset IPH ini terdiri atas beberapa pusat riset yang di dalam pusat risetnya ada kelompok kegiatan  Pusat Riset Biologi Moluker Eijkman yang bergabung ke BRIN tepatnya ada di OR-IPH,” terang Ratih.

“Selain Pusat Riset Biologi Moluker Eijkman, ada pula Pusat Riset Biologi, Bioteknologi,   Biomaterial, Konservasi Tumbuhan dan Kebun raya.  Di dalam setiap pusat riset ini terdapat kelompok kegiatan dengan kompetensi masing-masing,“ tambah Ratih.

Presentasi selanjutnya dari BRIN disampaikan oleh Indriawati sebagai Plt. Koordinator Pengelolaan GMP dan Genomik tentang Fasilitas Penelitian dan Uji Klinis Nasional.  Dirinya menjelaskan alur layanan penggunaan fasilitas BSL-3 BRIN. “Dimulai dari inisiator yang mengajukan usulan ke koordinator BSL-3 BRIN. Dilanjutkan dengan koordinator dan pengusul berdiskusi terkait penjelasan prosedur dan hal terkait lainnya serta review kesesuaian protokol selama 1 hari. Tahap selanjutnya adalah review protokol terdiri dari komisi etik dan komisi biosafety waktu 14 hari. Berlanjut dengan tahap induction training dan terakhir lulus induction serta pemberian izin,” paparnya

“Sedangkan Institutional Biosafety Committee bertanggungjawab untuk mengawasi penelitian dan menilai biosafety containment level untuk penelitian yang melibatkan DNA rekombinan, molekul asam nukleat sintesis dan bahan biologi lain yang berpotensi berbahaya,” pungkas Indriawati.

Sebelumnya pada pagi hari, 60 peserta kunjungan terlebih dahulu menyambangi Kebun Raya Cibinong. Selanjutnya mereka beranjak menuju Ruang Auditorium Gedung Inovasi BRIN di Cibinong jelang siang hari yang diterima secara resmi oleh Plt. Koordinator PPID dan Informasi Publik BRIN, Dyah Rachmawati Sugiyanto. “Kunjungan ilmiah ini adalah pertama kalinya kunjungan fisik selama pandemi, karena kebutuhan bapak dan ibu yang bersemangat menerima insight baru terkait riset yang dilakukan oleh BRIN. Terima kasih telah memberikan kepercayaan kepada BRIN untuk dijadikan rujukan dalam kunjungan lapangan,” ujarnya mengawali sambutan.

“Bapak/Ibu sudah melihat langsung Kebun Raya Cibinong dan kelak akan ada pengembangan lagi, konsepnya adalah Science Teknopark yang sifatnya interaktif. Selain itu BRIN juga menggalakkan daerah-daerah untuk memiliki kebun raya sendiri. Di BRIN juga ada juga lab genomic dimana bapak/ibu bisa memanfaatkannya untuk riset bidang kesehatan khususnya biologi molekuler,” ungkap Dyah.

Sementara itu dari Kemenkes yang diwakili Dewi Nuraini menjelaskan bahwa salah satu bentuk tujuan perguruan tinggi adalah penelitian dan sudah banyak hasil-hasil penelitian kesehatan sehingga setelah kunjungan ini tentunya akan memperkaya lagi. “Saya mengharapkan  nantinya penelitian yang dilakukan seluruh dosen, di Politeknik Kesehatan dapat berkordinasi serta menambah penelitian lainnya yang lebih menasional dan bermanfaat bagi masyarakat,“ tutup Koordinator Substansi Fasilitasi Akreditasi dan Pengendalian Mutu Pendidikan Pusdik SDM Kesehatan Badan PPSDMK Kementerian Kesehatan ini. (shf ed sl)

Share.

About Author

Leave A Reply