BRIN dan Universitas Esa Unggul Sepakati Kerja Sama Desain dan Pengembangan Kandidat Primer Spesifik SARS-CoV-2 untuk Pengembangan Kit Deteksi Molekuler COVID-19 di Indonesia

Pinterest LinkedIn Tumblr +
image_pdfimage_print

Cibinong, Humas BRIN.    Badan Riset dan Inovasi Nasional  (BRIN) melalui Pusat Riset (PR) Mikrobiologi Terapan, Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN dan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul menyepakati kerja sama mengenai “Desain Dan Pengembangan Kandidat Primer Spesifik  SARS-CoV-2 Untuk Pengembangan Kit Deteksi Molekuler COVID-19 Di Indonesia”,  secara hybrid pada Jumat (17/06).

Kepala Pusat Riset Mikrobiologi Terapan, Dr. Ahmad Fathoni, M.Eng dalam sambutannya sangat gembira atas kerjasama antara Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN  dan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul  yang ditandatangani hari ini. “Kolaborasi dengan prodi Bioteknologi, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul dalam pengembangan kandidat primer spesifik SARS-CoV-2 sangat bagus karena hasilnya kemudian digunakan dalam pengembangan kit deteksi COVID 19,” ungkapnya.

“Meskipun saat ini kasus COVID-19 sudah mulai turun, kita ketahui bahwa virus ini terus mengalami mutasi dan melahirkan varian baru seperti yg saat ini terjadi yaitu varian BA.4 dan BA.5. Jadi kita tetap harus waspada. Poin penting lain dalam pengembangan ini adalah kita sudah bisa sintesis oligonukleotida primer sendiri dengan alat oligo synthesizer yang ada di BRIN karena selama ini kita masih pesan primer dari luar, ” jelasnya

Fathoni menambahkan kita perlu memperbanyak kolaborasi dan bekerjasama agar riset di Indonesia lebih padu dan lebih cepat terasa dampaknya. Kolaborasi sudah menjadi sebuah keniscayaan agar kegiatan kita dapat berjalan dengan baik dan berkesinambungan. “Sebagai informasi untuk konsep kolaborasi kami welcome sekali  tidak hanya riset yang sekarang akan dikerjakan tetapi open laboratory platform yang sudah di terapkan BRIN dapat di gunakan oleh mahasiswa dan dosen. BRIN juga membuka peluang untuk magang riset ke kampus, dan BRIN juga membuka skema pendanaan pusat kolaborasi riset yang bisa dimanfaatkan dimana PI nya dari universitas, dan periset di BRIN menjadi mitra kampus,” tambahnya.

Fathoni berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi dalam masa pandemi untuk mendukung deteksi cepat berbasis molekuler. “Belajar dari kejadian pandemi COVID 19 bahwa kita harus lebih cepat dalam merespon kejadian dan menghasilkan produk hasil riset yang bisa segera menjadi solusi. Dengan berkolaborasi, saya meyakini kita bisa mewujudkan itu,” imbuhnya.

Sementara itu  Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul Prof. Dr. Aprilita Rina Yanti Eff, M. Biomed, Apt, mengucapkan rasa terima kasih dan suatu kehormatan bisa berkolaborasi dengan PR Mikrobiologi Terapan BRIN, karena  Universitas Esa Unggul mempunyai beberapa program studi salah satunya adalah program studi bioteknologi yang tentu saja perlu banyak kerjasama seperti dengan Pusat Riset Mikrobiologi Terapan ini.

Aprilita menuturkan Prodi bioteknologi ini merupakan program studi yang cukup aktif dalam penelitian. “Kami berharap dengan kolaborasi dengan BRIN ini menjadi bekal dan meningkatkan baik  penelitian paten yang dihasilkan oleh dosen-dosen prodi bioteknologi serta kolaborasi ini bisa  membawa manfaat bagi Esa Unggul, “ tuturnya.

Kedua belah pihak berharap ke depan, kerja sama ini akan memberikan nilai kebermanfaatan dan dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia iptek tidak hanya di Pusat Riset Mikrobiologi BRIN  dan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul tetapi juga bagi masyarakat yang terkait dan kepentingan nasional. (yn/ ed.sl)

Share.

About Author

Leave A Reply