BRIN Sepakati Kerja Sama dengan Nagoya University Graduate School Of Engineering dan Mie University Graduate School of Bioresources Jepang

Pinterest LinkedIn Tumblr +
image_pdfimage_print

Cibinong, Humas LIPI.   Badan Riset dan Inovasi Nasional  terus membuka kerja sama bidang riset dan pengembangan dengan berbagai pihak, termasuk dengan Perguruan Tinggi di luar negeri seperti yang disepakati oleh  Pusat Riset Mikrobilogi Terapan, Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan dengan  Nagoya University Graduate School Of Engineering, Japan dan  Mie University Graduate School Of Bioresources, Japan mengenai “Countermeasures Against Antibiotic Pollution In Southeast Asian Aquaculture – Application Of Fish Epidermal Probiotic Technology”. Penandatanganan naskah kerja sama dilakukan secara hybrid, pada Jumat (17/06).

Kepala Pusat Riset Mikrobiologi Terapan, Dr. Ahmad Fathoni, M.Eng. menyampaikan penandatanganan kerjasama   dengan   Nagoya University Graduate School Of Engineering, Japan dan  Mie University Graduate School Of Bioresources, Japan menjadi langkah nyata dan komitmen memperkuat kolaborasi dengan stakeholder riset luar negeri. Terlebih bahwa telah terjalin kolaborasi selama 17 tahun antara periset BRIN-pihak Jepang ini menjadi modal kuat kegiatan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Fathoni menjelaskan kerjasama ini akan mendukung salah satu kegiatan di kelompok riset Mikroalga dan Rekayasa Bioproses yang dipimpin oleh Dr. Khairul Anam yang mendapatkan pendanaan Eksplorasi dan Ekspedisi dari Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, semoga pendanaannya lancar sehingga kita bisa memperoleh output yang ditargetkan. Hal yang paling penting lagi adalah bagaimana hasil riset kita nnti dapat bermanfaat atau dimanfaatkan oleh user kita sehingga outcomenya jelas,” jelasnya.

Dr. Anam menambahkan bahwa tujuan dari riset ini adalah untuk mendapatkan kandidat bakteri potensial yang dapat dimanfaatkan sebagai probiotik pada budidaya akuakultur. “Saat ini kami sedang mencoba mengkoleksi bakteri sebanyak banyaknya, baik dari mukosa kulit ikan atau udang di lahan budidaya akuakultur lokal, yang kemudian bakteri bakteri tersebut diskrinning potensinya sebagai kandidat probiotik,” terangnya.

Sementara itu PIC kerjasama Mie-University Graduate School of Bioresources Assoc Prof. Fumiyoshi Okazaki menuturkan, merasa senang bisa bekerjasama lagi setelah sebelumnya juga sudah bekerjasama dengan LIPI selama 17 tahun. “Pangan dan lingkungan merupakan program yang sangat penting. Maka tujan kami adalah untuk memecahkan masalah bersama terkait Pangan dan Lingkungan,” tuturnya.

Sedangkan Prof. Hajime Nakatani PIC dari Nagoya-University Graduate School of Engineering memaparkan Project ini ada karena kerjasama penelitian yang didanai oleh Sumitomo Foundation yang merupakan kerjasama international terkait usaha mengurangi munculnya bakteri resisten antibiotik (AMR) di lingkungan akuakultur agar dapat menciptakan pangan yang sehat dan aman. Kami harapkan, kerjasama ini dapat dilanjutkan ke kerjasama yang lebih dalam lagi. (yn/ ed.sl)

Share.

About Author

Leave A Reply