Peneliti Pusat Riset Rekayasa Genetika BRIN, Raih Penghargaan Satyalancana Wira Karya dan Satyalancana Pembangunan di HUT RI ke-77 Tahun 2022

Pinterest LinkedIn Tumblr +
image_pdfimage_print

Cibinong, Humas BRIN. Dua orang peneliti Pusat Riset Rekayasa Genetika (PRGG), Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yaitu Dr. Apon Zaenal Mustopa  dan Dr. N. Sri Hartati berhasil meraih penghargaan dari Presiden RI pada acara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-77 yang di helat pada Rabu (17/8) secara hybrid. Masing-masing memperoleh Satyalancana Wira Karya dan Satyalancana Pembangunan yang disampaikan melalui Kepala BRIN, Dr. Laksana Tri Handoko di Jakarta.

Satyalancana Wira Karya merupakan tanda kehormatan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia kepada para warga Indonesia yang telah memberikan darma bakti yang besar kepada negara dan bangsa Indonesia sehingga dapat menjadi teladan bagi orang lain.

Sedangkan Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan merupakan penghargaan  yang ditujukan kepada warga negara Indonesia yang telah berjasa besar terhadap negara dan masyarakat dalam lapangan pembangunan negara pada umumnya atau dalam lapangan pembangunan dalam suatu bidang tertentu pada khususnya.

Kepala Pusat Riset Rekayasa Genetika BRIN (PRRG), Dr. Ratih Asmana Ningrum mengucapkan selamat kepada dua sivitasnya atas pencapaian yang diraih. “Saya mengucapkan selamat kepada Dr. A. Zaenal Mustopa dan Dr. N. Sri Hartati, semoga pencapaiannya menjadi inspirasi bagi para periset muda untuk tetap bersemangat melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan IPTEK sehingga dapat memberi dampak dan manfaat bagi Indonesia,” tuturnya.

“Saya sangat bangga dengan keberhasilan sivitas PRRG meraih tanda jasa Satyalancana Wira Karya dan Satyalancana Pembangunan. Hal ini menunjukkan bahwa hasil riset bioteknologi modern, khususnya rekayasa genetika sudah dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi seluruh sivitas PRRG untuk berkinerja lebih baik lagi,” imbuh Ratih.

Dr. Apon Zaenal Mustopa, Peneliti Ahli Utama yang juga merupakan Ketua Kelompok Riset Rekayasa Biomedis dan Protein Rekombinan untuk HPV PRRG BRIN memperoleh penghargaan Satyalancana Wira Karya berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 68/TK/ Tahun 2022.

Capaian Apon tersebut diperoleh atas jasanya berperan aktif dalam pengembangan produksi bahan baku obat rekombinan plantaricin sebagai peptide antimikroba untuk alternatif penggunaan antibiotik melalui rekayasa genetika menggunakan inang Lactococcus lactis sehingga menurunkan resiko resistensi antibiotik, mendukung ketersediaan bahan baku obat yang berkualitas dan mendukung swasembada bahan baku obat nasional.

Terkait kegiatan risetnya, Apon menjelaskan bahwa, “Sumber utama plantaricin yang dihasilkan diisolasi bakteri asam laktat Lactobacillus plantarum S34 yang berasal dari fermentasi daging (bekasam). Selanjutnya plantaricin tersebut diproduksi melalui pendekatan rekayasa genetika di bakteri Lactococcus lactis,” jelasnya.

Pria kelahiran Kuningan, 12 April 1977 yang selama berkarir sebagai peneliti, tercatat telah menghasilkan tidak kurang dari 69 publikasi dan 9 paten ini  menyampaikan harapannya. “Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan kemanfaatan teknis dan ekonomi dan keberkahan sehingga dapat mendukung kemandirian bahan baku obat,” ucap Apon.

Sementara itu, Dr. N. Sri Hartati, Peneliti Ahli Utama yang saat ini aktif di kelompok riset modifikasi genetik dan metabolit untuk ketahanan pasca panen PRRG BRIN, memperoleh penghargaan Satyalancana Pembangunan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 67/TK/Tahun 2022.

Capaian Sri tersebut diperoleh atas jasanya berperan aktif dalam bidang riset dan inovasi bioteknologi pangan melalui formulasi varietas baru tanaman ubi kayu menggunakan teknik rekayasa kultur in vitro yang menghasilkan varian baru ubi kayu dengan nama terdaftar Revita RV1, Carvita 25, dan Merina Vita dengan kadar pati dan nutrisi yang lebih unggul sehingga bermanfaat sebagai bahan pangan dan mendukung produksi industri pangan.

Sri menyampaikan implementasi varietas terdaftar ubi kayu meliputi: (1) kegiatan evaluasi daya hasil di Subang pada tahun 2018, (2) perbanyakan dan uji kesesuaian lahan ubi kayu unggul hasil riset di Kebun Percobaan Citayam, kerjasama riset dengan Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) pada tahun 2020, dan (3) evalusi daya hasil dan genetik bibit ubi kayu hasil grafting untuk pengembangan varietas unggul di Desa Iwul – Kecamatan Parung, kerjasama riset dengan PT. Maxindo Karya Anugerah Tahun 2021-2022.

Selain itu, Sri juga menyampaikan bahwa sumber bibit ubi kayu varietas terdaftar Revita RV 1, Carvita 25, Merina Vita saat ini di pelihara di Kebun Koleksi Ubi Kayu di Kawasan Sain Tekno Park – BRIN di Cibinong.

Terkait riset yang dilakukannya, perempuan kelahiran Tasikmalaya, 26 Desember 1969 ini  mengatakan bahwa aplikasi  bioteknologi  sangat diperlukan  untuk merakit varietas unggul baru, “Semoga semakin banyak varietas unggul yang dapat dihasilkan oleh BRIN, khususnya varietas baru ubi kayu dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” harapnya. (wt/ ed.sl)

 

 

 

 

 

 

 

Share.

About Author

Leave A Reply