Ancaman Taphrina Bagi Kesehatan Tanaman

Pinterest LinkedIn Tumblr +
image_pdfimage_print

Cibinong – Humas BRIN. Kesehatan tanaman itu penting baik secara ekologi, ekonomi, kesejahteraan manusia dan hewan. Selain itu kondisi produksi pangan, hutan, dan tanaman saat ini terancam oleh patogen.

Sejalan dengan hal tersebut, Margaretta Christita, peneliti Pusat Riset Mikrobiologi Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan paparannya tentang Taphrina sebagai model khamir fitopatogen yang menginfeksi tanaman model Arabidopsis dan tanaman berkayu Betula pendula, dalam webinar ke-9 yang dihelat melalui Pusat Riset Mikrobiologi Terapan (PRMT) BRIN, bertajuk “Studi Ragi Terkait Tanaman: Manfaat dan Ancaman”, pada Rabu (7/9).

“Taphrina adalah genus jamur dalam Ascomycota yang menyebabkan penyakit keriting daun, catkin, dan sapu penyihir pada tanaman berbunga tertentu. Gejala yang disebabkan oleh Taphrina antara lain daun keriting, sapu penyihir, bercak di daun, buah cacat. Selain itu yang terjadi pada spesies Taphrina yaitu gaya hidup dimorfik, tahap ragi saprofit, miselium parasit pada tanaman inang, dan patogen biotropik,” ungkap Margaretta.

Dikatakannya bahwa ragi yang berkaitan dengan tanaman ditemukan di batang, akar, buah, bunga, daun, bisa menjadi residen-neural, bisa jadi parasit, simbion mutualistik. “Ragi yang berasosiasi dengan tumbuhan belum dipelajari sebanyak jamur dan bakteri yang berasosiasi dengan tumbuhan lainnya, diperlukan model ragi fitopatogenik,” terang Margaretta.

Lebih lanjut Margaretta menyampaikan Taphrina betulina menyebabkan sapu penyihir di Betula pendula yaitu gejala khas dari pertumbuhan abnormal seperti sapu, termasuk perkembangan pesat sejumlah besar tunas aksila tambahan, termasuk pertumbuhan jaringan seperti tumor pada tunas. “Taphrina betulina menyerang jaringan kayu birch dengan hifa dan menyebabkan infeksi abadi,” tuturnya.

Pertanyaannya apakah ada resistensi genetik di birch terhadap penyakit sapu penyihir pada populasi birch? Iyaa ada yaitu disebabkan oleh tuan rumah (host), patogen, lingkungan, penyakit.

Pada akhir paparan Margaretta menjelaskan ada resistensi genetik pada birch terhadap penyakit sapu penyihir pada populasi birch dan tumor Tophrina mulai di jaringan kulit luar. Ada beragam populasi strain taphrina pada pohon birch yang sehat dan sakit. Sistem infeksi strain taphrina M11 terhadap tanaman model Arabidopsis dapat digunakan untuk mengeksplorasi genetika pembentukan gejala deformasi daun.

Taphrina berpotensi sebagai model khamir fitopatogen yang menginfeksi tanaman model Arabidopsis dan tanaman berkayu B pendula,” ujar peneliti yang lulus S3 dari University of Helsinki Finlandia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kelompok Riset Mikrobiologi Pangan Fungsional, PR Mikter BRIN, R. Haryo Bimo Setiarto mewakili Kepala PR Mikter BRIN, saat membuka acara berharap peserta webinar dapat bertambah wawasan dan ilmu terkait topik tanaman, interaksi mikroba, dan mengundang seluas mungkin untuk berkolaborasi baik dari akademia maupun perusahaan.

Selain itu hadir pula sebagai narasumber Kirk Overmyer dari Pusat Ilmu Tanaman Viikki dan Program Penelitian Biologi Organisme dan Evolusi, Fakultas Ilmu Biologi dan Lingkungan Universitas Helsinki – Finlandia, menyampaikan materi bertajuk “Mengeksplorasi Interaksi Ragi Tanaman dengan Ragi di Taphrinales: Dari Genomik Jamur ke PAMP Ragi.” (yl)

Share.

About Author

Leave A Reply